Reaktualisasi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam Pengembangan Pendidikan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal
Main Article Content
Abstract
Keberagaman budaya, agama, bahasa, dan identitas sosial merupakan realitas yang melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kondisi tersebut menuntut pengembangan pendidikan multikultural yang tidak hanya mengenalkan keberagaman secara simbolik, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran kritis, sikap toleran, dan penghargaan terhadap martabat manusia. Dalam konteks ini, pemikiran Ki Hadjar Dewantara memiliki relevansi yang kuat karena menempatkan pendidikan sebagai sarana pembentukan manusia yang merdeka, berbudaya, dan berkarakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaktualisasi pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam pengembangan pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan buku, artikel jurnal, dokumen pendidikan, dan berbagai literatur ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan interpretasi konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kemerdekaan, kebudayaan, kemanusiaan, konsep Trikon, tri pusat pendidikan, serta prinsip ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani dapat menjadi landasan pengembangan pendidikan multikultural yang humanis, inklusif, kontekstual, dan transformatif. Temuan ini menawarkan kerangka konseptual pendidikan multikultural yang berakar pada kearifan lokal Indonesia sekaligus relevan dalam menjawab tantangan keberagaman dan dinamika sosial kontemporer.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Anggita, S., Endraswara, S., & Rohman, A. (2024). Revitalizing local wisdom within character education through ethnopedagogy approach: A case study on a preschool in Yogyakarta. Heliyon, 10(10), e31370. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e31370
Banks, J. A. (1993). Multicultural education: Historical development, dimensions, and practice. Review of Research in Education, 19, 3–49. https://doi.org/10.2307/1167339
Banks, J. A. (1998). The dimensions of multicultural education. Center for Multicultural Education, University of Washington.
Banks, J. A. (2012). Multicultural education, dimensions of. In J. A. Banks (Ed.), Encyclopedia of diversity in education (pp. 1522–1529). SAGE Publications. https://doi.org/10.4135/9781452218533.n494
Banks, J. A. (2013). An introduction to multicultural education (5th ed.). Pearson.
Bungin, B. (2007). Analisis data penelitian kualitatif. PT RajaGrafindo Persada.
Dewantara, K. H. (1977). Karya Ki Hadjar Dewantara bagian pertama: Pendidikan. Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.
Ferary, D. (2021). On Ki Hadjar Dewantara’s philosophy of education. Journal of Humanities and Social Studies, 5(2), 65–78.
Gay, G. (2018). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice (3rd ed.). Teachers College Press.
Isnanda, G. R. (2019). Local wisdom as a reflection of multicultural education in learning Indonesian language and literature. In Advances in Social Science, Education and Humanities Research (Vol. 178, pp. 62–64). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/icoie-18.2019.14
Kaelan. (2005). Metode penelitian kualitatif bidang filsafat (Cetakan ke-1). Paradigma.
Naila, A. N. F., Nurlaila, N., Azahra, U., Zahra, N., Rahma, D., & Wulandari, W. (n.d.). The relevance of Ki Hajar Dewantara’s philosophy of education in modern education.
Nieto, S. (2009). The light in their eyes: Creating multicultural learning communities (10th anniversary ed.). Teachers College Press.
Noor, A. F. S. (2019). Multicultural education based in the local wisdom of Indonesia for elementary schools in the 21st century. Journal of International Social Studies, 9(2), 94–106.
Rahmawati, E. N. (2024). Multicultural education based on local wisdom in the perspective of civic education through the Nguras Enceh tradition. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 21(2), 182–190. https://doi.org/10.21831/jc.v21i2.75671
Sugiyono. (2018). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suparlan, H. (2016). Filsafat pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan sumbangannya bagi pendidikan Indonesia. Jurnal Filsafat, 25(1), 56–74. https://doi.org/10.22146/jf.12614
UNESCO. (2006). UNESCO guidelines on intercultural education. UNESCO.
Windria, H., Maksum, A., & Nurhasanah, N. (2024). Fostering unity in diversity: Ki Hadjar Dewantara’s vision for multicultural education. Journal of Education Research, 5(4), 6621–6628. https://doi.org/10.37985/jer.v5i4.1897
Wiryopranoto, S. (2017). Perjuangan Ki Hajar Dewantara: Dari politik ke pendidikan. Museum Kebangkitan Nasional.
Zed, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.