Reaktualisasi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam Pengembangan Pendidikan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal

Main Article Content

Rinovian Rais
Brigita Puridawaty
Ahmad Rizky Firdaus
Jimmy Malintang
Alfadhli

Abstract

Keberagaman budaya, agama, bahasa, dan identitas sosial merupakan realitas yang melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kondisi tersebut menuntut pengembangan pendidikan multikultural yang tidak hanya mengenalkan keberagaman secara simbolik, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran kritis, sikap toleran, dan penghargaan terhadap martabat manusia. Dalam konteks ini, pemikiran Ki Hadjar Dewantara memiliki relevansi yang kuat karena menempatkan pendidikan sebagai sarana pembentukan manusia yang merdeka, berbudaya, dan berkarakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaktualisasi pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam pengembangan pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan buku, artikel jurnal, dokumen pendidikan, dan berbagai literatur ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan interpretasi konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kemerdekaan, kebudayaan, kemanusiaan, konsep Trikon, tri pusat pendidikan, serta prinsip ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani dapat menjadi landasan pengembangan pendidikan multikultural yang humanis, inklusif, kontekstual, dan transformatif. Temuan ini menawarkan kerangka konseptual pendidikan multikultural yang berakar pada kearifan lokal Indonesia sekaligus relevan dalam menjawab tantangan keberagaman dan dinamika sosial kontemporer.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Rais, R., Puridawaty, B., Firdaus, A. R., Malintang, J., & Alfadhli, A. (2026). Reaktualisasi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam Pengembangan Pendidikan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(7), 1881–1893. https://doi.org/10.56799/jim.v5i7.17304
Section
Articles

References

Anggita, S., Endraswara, S., & Rohman, A. (2024). Revitalizing local wisdom within character education through ethnopedagogy approach: A case study on a preschool in Yogyakarta. Heliyon, 10(10), e31370. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e31370

Banks, J. A. (1993). Multicultural education: Historical development, dimensions, and practice. Review of Research in Education, 19, 3–49. https://doi.org/10.2307/1167339

Banks, J. A. (1998). The dimensions of multicultural education. Center for Multicultural Education, University of Washington.

Banks, J. A. (2012). Multicultural education, dimensions of. In J. A. Banks (Ed.), Encyclopedia of diversity in education (pp. 1522–1529). SAGE Publications. https://doi.org/10.4135/9781452218533.n494

Banks, J. A. (2013). An introduction to multicultural education (5th ed.). Pearson.

Bungin, B. (2007). Analisis data penelitian kualitatif. PT RajaGrafindo Persada.

Dewantara, K. H. (1977). Karya Ki Hadjar Dewantara bagian pertama: Pendidikan. Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.

Ferary, D. (2021). On Ki Hadjar Dewantara’s philosophy of education. Journal of Humanities and Social Studies, 5(2), 65–78.

Gay, G. (2018). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice (3rd ed.). Teachers College Press.

Isnanda, G. R. (2019). Local wisdom as a reflection of multicultural education in learning Indonesian language and literature. In Advances in Social Science, Education and Humanities Research (Vol. 178, pp. 62–64). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/icoie-18.2019.14

Kaelan. (2005). Metode penelitian kualitatif bidang filsafat (Cetakan ke-1). Paradigma.

Naila, A. N. F., Nurlaila, N., Azahra, U., Zahra, N., Rahma, D., & Wulandari, W. (n.d.). The relevance of Ki Hajar Dewantara’s philosophy of education in modern education.

Nieto, S. (2009). The light in their eyes: Creating multicultural learning communities (10th anniversary ed.). Teachers College Press.

Noor, A. F. S. (2019). Multicultural education based in the local wisdom of Indonesia for elementary schools in the 21st century. Journal of International Social Studies, 9(2), 94–106.

Rahmawati, E. N. (2024). Multicultural education based on local wisdom in the perspective of civic education through the Nguras Enceh tradition. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 21(2), 182–190. https://doi.org/10.21831/jc.v21i2.75671

Sugiyono. (2018). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suparlan, H. (2016). Filsafat pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan sumbangannya bagi pendidikan Indonesia. Jurnal Filsafat, 25(1), 56–74. https://doi.org/10.22146/jf.12614

UNESCO. (2006). UNESCO guidelines on intercultural education. UNESCO.

Windria, H., Maksum, A., & Nurhasanah, N. (2024). Fostering unity in diversity: Ki Hadjar Dewantara’s vision for multicultural education. Journal of Education Research, 5(4), 6621–6628. https://doi.org/10.37985/jer.v5i4.1897

Wiryopranoto, S. (2017). Perjuangan Ki Hajar Dewantara: Dari politik ke pendidikan. Museum Kebangkitan Nasional.

Zed, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 

You may also start an advanced similarity search for this article.