Makna dan Dampak Tradisi Ma’pasilaga Tedong (Adu Kerbau) Terhadap Disiplin dan Kehadiran Siswa di Sekolah Dasar di Tana Toraja
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pergeseran makna tradisi Ma’pasilaga Tedong (adu kerbau) di Toraja, yang semula merupakan bagian dari upacara adat Rambu Solo’ sebagai penghormatan leluhur, namun kini sering menjadi ajang hiburan dan perjudian. Pergeseran ini berdampak pada nilai budaya, perilaku, kedisiplinan, dan kehadiran siswa sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak tradisi Ma’pasilaga Tedong terhadap kedisiplinan dan kehadiran siswa, mengidentifikasi faktor penyebabnya, serta merumuskan strategi pendidikan untuk menyeimbangkan pelestarian budaya dan kedisiplinan belajar. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah sumber ilmiah dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam tradisi ini memiliki dampak ganda: menumbuhkan rasa kebersamaan dan cinta budaya, tetapi juga menurunkan motivasi belajar dan disiplin waktu. Faktor lingkungan sosial, keluarga, sekolah, dan teman sebaya berperan besar dalam membentuk perilaku siswa terhadap tradisi tersebut. Strategi yang direkomendasikan meliputi integrasi nilai budaya dalam pembelajaran, kerja sama antara sekolah, keluarga, dan tokoh adat, serta pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Kesimpulannya, pelestarian budaya dan kedisiplinan belajar dapat berjalan selaras melalui pendekatan pendidikan yang inklusif dan kontekstual, sehingga tradisi Ma’pasilaga Tedong dapat menjadi sarana pembentukan karakter siswa yang berdisiplin dan mencintai warisan budayanya.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Alfri Tandi, & Merianti, M. (2023). Analisis Psikologis Dalam Mengedukasi Remaja Pecinta Tedong Silaga di Toraja. Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi, 1(3), 17–29. https://doi.org/10.59581/jpat-widyakarya.v1i3.955
Allolinggi, L. R., Sapriya, S., & Hakam, K. A. (2020, September). Local Wisdom Values in Rambu Solo' Ceremony as a Source of Student Character Development (Ethnographic Studies on Traditional Ceremonies of the Tana Toraja Community). In Proceedings of the 4th International Conference on Learning Innovation and Quality Education (pp. 1–6).
Bahiyah, N., & Gumiandari, R. (2024). Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Sosial dan Pendidikan. Jakarta: Penerbit Mitra Wacana Media.
Bandura, A., & Walters, R. H. (1977). Social Learning Theory (Vol. 1, pp. 141–154). Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.
Bronfenbrenner, U. (1979). The Ecology of Human Development: Experiments by Nature and Design. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Fidhatami, R. (2023). Dampak Keterlibatan Anak dalam Tradisi Budaya terhadap Perilaku Disiplin Sekolah. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial, 5(2), 102–112.
Kerebungu, F., Santie, Y. D., Fathimah, S., & Sulle, R. (2022). Changes in Cultural Values of Ma'pasilaga Tedong (Case Study on Death Services in Lembang Sarambu, Buntu Pepasan District, North Toraja Regency). Jurnal Ilmu Sosial Mamangan, 11(1), 53–63.
Mead, G. H. (1934). Mind, Self, and Society: From the Standpoint of a Social Behaviorist. Chicago: University of Chicago Press.
Ngali, T. (2021). Peran Remaja dalam Pelestarian Tradisi Lokal di Tana Toraja. Jurnal Antropologi Indonesia, 42(2), 89–98.
Padandi, A., Burchanuddin, A., & Asmirah, A. (2024). Analisis Tradisi Ma’pasilaga dalam Penguatan Kohesi Sosial Masyarakat Toraja. Jurnal Sosiologi Kontemporer, 4(1), 1–5. https://doi.org/10.56326/jsk.v4i1.4876
Selvianti, S., & Wulur, F. (2024). Fenomena Pergeseran Nilai dalam Tradisi Ma’pasilaga Tedong di Tana Toraja. Jurnal Budaya dan Pendidikan, 6(1), 45–56.