Ekspansi Usaha Pariwisata di Kintamani: Analisis Kesenjangan Regulasi dan Risiko Lingkungan
Main Article Content
Abstract
Pandemi Covid-19 telah mentransformasi pariwisata di area Kintamani Bali. Ekspansi usaha pariwisata berkembang pesat dengan fakta empiris dilapangan makin banyak penyedia layanan Jeep Tour dan Coffee Shop. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kesenjangan regulasi dan risiko lingkungan berdasarkan eskpansi tersebut. Motede yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif dengan mengadopsi model Miles, Huberman, dan Saldana (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jeep Tour menjadi primadona di Kintamani dengan menawarkan Sunrise di area Black Lava Gunung Batur, akan tetapi saat high season kemacetan terjadi di area Kintamani karena lebih kurang 700 Jeep beroperasi dan hal ini berdampak pada keberlanjutan lingkungan. Hal ini senada dengan ekspansi coffee shop di sepanjang penelokan main road yang tumbuh sangat pesan di bangun di beberapa titik rawan longsor tingkat tinggi. Meski demikian pelaku usaha coffee shop telah memiliki ijin usaha resmi dari pemerintah dan mengklaim sudah menggunakan teknologi terbaru dalam konstruksi pembangunan dan pembuangan limbahnya. Tumpang tindihnya regulasi ini lah yang menjadi temuan sekaligus kesenjangan, sehingga pemerintah perlu membuat suatu regulasi yang lebih jelas dan komprehensif, holistik, dan integratif yang tidak hanya mencakup aspek perizinan, tetapi juga memperhatikan faktor risiko lingkungan secara lebih mendalam.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Adger, W. N. (2000). Social and ecological resilience: Are they related? Progress in Human Geography, 24(3), 347–364. https://doi.org/10.1191/030913200701540465
Butler, R. W. (1980). The Concept of A Tourist Area Cycle of Evolution: Implications for Management of Resources Change on a remote island over half a century View project. Canadian Geographer, XXIV(1), 5–12. https://www.researchgate.net/publication/228003384
Darsana, I. M., Kartimin, I. W., & Sudarmawan, I. W. E. (2024). Identify the factors pushing and pulling interest in revisiting millennial tourists to the Kintamani tourist area, Bali. Jurnal Mantik, 8(1), 276–284. https://doi.org/10.35335/mantik.v8i1.5048
Grindle, M. S. (2010). Good Governance: The Inflation of an Idea. HKS Faculty Research Working Paper Series, 202. www.hks.harvard.edu
Hariyadi, B. R., Rokhman, A., Rosyadi, S., Yamin, M., & Runtiko, A. G. (2024). the Role of Community-Based Tourism in Sustainable Tourism Village in Indonesia. Revista de Gestao Social e Ambiental, 18(7), 1–24. https://doi.org/10.24857/rgsa.v18n7-038
Healey, P. (1997). Collaborative Planning Shaping Places in Fragmented Societies (1st ed.). MACMILLAN PRESS. https://doi.org/10.1145/3453688.3461495
Leigh, N. G., & Blakely, E. J. (2013). Planning Local Economic Development Theory and Practice (Fifth Edit). SAGE Publications, Inc.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis A Methods Sourcebook. In Sustainability (Switzerland) (Third Edit, Vol. 11, Issue 1). SAGE Publications, Inc. http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI
Nguyen, D. N., Esteban, M., & Iuchi, K. (2022). Tourism destination resilience to natural hazards: Vulnerabilities, risks, and host-community impact-mitigation strategies. Handbook of Tourism Impacts: Social and Environmental Perspectives, July 2024, 279–294. https://doi.org/10.4337/9781800377684.00032
Nurjaya, I. N. (2022). Global Principles of Sustainable Tourism Development Ecological, Economic and Cultural. Sociological Jurisprudence Journal, 5(2), 97–106. https://doi.org/10.22225/scj.5.2.2022.97-106
Sari, N. P. R. (2022). Pengaruh Media Sosial terhadap Minat Berkunjung Kembali Wisatawan Lokal di Masa Pandemi ke Daya Tarik Wisata Khusus Kintamani Bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 12(1), 22. https://doi.org/10.24843/jkb.2022.v12.i01.p02
Stanković, S. M. (2024). THE SPATIAL AND FUNCTIONAL TOURISM PLANNING. Bulletin Of The Serbian Geographical Society, 104(1), 1–22.
Udayana, I. G., & Wirajaya, A. A. M. (2021). Kintamani Bali Arabica Coffee Marketing Strategy Through the Supply Chain and Marketing Mix. 1–10. https://doi.org/10.4108/eai.21-12-2020.2305841
Wahyudin, C., Firliandoko, R., Amalia, N., Zulfa, A. A., Studi, P., Publik, A., Djuanda, U., Tol, J., No, C., Barat, J., Cecep, K., & Email, W. (2024). Model Tatakelola Pariwisata Berbasis Kolaboratif Dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan. Jurnal Governansi, 10, 147–164.
Widiastini, N. M. A., Ardika, I. W., & Mudana, I. G. (2018). A Defense of Local People Working as Souvenir Vendors and Its Relation with the Female Identity in Kintamani Tourism Area, Bali. Jurnal Humaniora, 30(2), 109. https://doi.org/10.22146/jh.v30i2.32196