Ekspansi Usaha Pariwisata di Kintamani: Analisis Kesenjangan Regulasi dan Risiko Lingkungan

Main Article Content

I Ketut Antara
Randhi Nanang Darmawan
I Wayan Sonder
Putu Wibby Prasetya
Adhitia Pahlawan Putra
Nyoman Danendra Putra

Abstract

Pandemi Covid-19 telah mentransformasi pariwisata di area Kintamani Bali. Ekspansi usaha pariwisata berkembang pesat dengan fakta empiris dilapangan makin banyak penyedia layanan Jeep Tour dan Coffee Shop. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kesenjangan regulasi dan risiko lingkungan berdasarkan eskpansi tersebut. Motede yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif dengan mengadopsi model Miles, Huberman, dan Saldana (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jeep Tour menjadi primadona di Kintamani dengan menawarkan Sunrise di area Black Lava Gunung Batur, akan tetapi saat high season kemacetan terjadi di area Kintamani karena lebih kurang 700 Jeep beroperasi dan hal ini berdampak pada keberlanjutan lingkungan. Hal ini senada dengan ekspansi coffee shop di sepanjang penelokan main road yang tumbuh sangat pesan di bangun di beberapa titik rawan longsor tingkat tinggi. Meski demikian pelaku usaha coffee shop telah memiliki ijin usaha resmi dari pemerintah dan mengklaim sudah menggunakan teknologi terbaru dalam konstruksi pembangunan dan pembuangan limbahnya. Tumpang tindihnya regulasi ini lah yang menjadi temuan sekaligus kesenjangan, sehingga pemerintah perlu membuat suatu regulasi yang lebih jelas dan komprehensif, holistik, dan integratif yang tidak hanya mencakup aspek perizinan, tetapi juga memperhatikan faktor risiko lingkungan secara lebih mendalam.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Antara, I. K., Darmawan, R. N., Sonder, I. W., Prasetya, P. W. ., Putra, A. P. ., & Putra, N. D. . (2024). Ekspansi Usaha Pariwisata di Kintamani: Analisis Kesenjangan Regulasi dan Risiko Lingkungan. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 4(1), 300–313. https://doi.org/10.56799/jim.v4i1.6650
Section
Articles

References

Adger, W. N. (2000). Social and ecological resilience: Are they related? Progress in Human Geography, 24(3), 347–364. https://doi.org/10.1191/030913200701540465

Butler, R. W. (1980). The Concept of A Tourist Area Cycle of Evolution: Implications for Management of Resources Change on a remote island over half a century View project. Canadian Geographer, XXIV(1), 5–12. https://www.researchgate.net/publication/228003384

Darsana, I. M., Kartimin, I. W., & Sudarmawan, I. W. E. (2024). Identify the factors pushing and pulling interest in revisiting millennial tourists to the Kintamani tourist area, Bali. Jurnal Mantik, 8(1), 276–284. https://doi.org/10.35335/mantik.v8i1.5048

Grindle, M. S. (2010). Good Governance: The Inflation of an Idea. HKS Faculty Research Working Paper Series, 202. www.hks.harvard.edu

Hariyadi, B. R., Rokhman, A., Rosyadi, S., Yamin, M., & Runtiko, A. G. (2024). the Role of Community-Based Tourism in Sustainable Tourism Village in Indonesia. Revista de Gestao Social e Ambiental, 18(7), 1–24. https://doi.org/10.24857/rgsa.v18n7-038

Healey, P. (1997). Collaborative Planning Shaping Places in Fragmented Societies (1st ed.). MACMILLAN PRESS. https://doi.org/10.1145/3453688.3461495

Leigh, N. G., & Blakely, E. J. (2013). Planning Local Economic Development Theory and Practice (Fifth Edit). SAGE Publications, Inc.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis A Methods Sourcebook. In Sustainability (Switzerland) (Third Edit, Vol. 11, Issue 1). SAGE Publications, Inc. http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI

Nguyen, D. N., Esteban, M., & Iuchi, K. (2022). Tourism destination resilience to natural hazards: Vulnerabilities, risks, and host-community impact-mitigation strategies. Handbook of Tourism Impacts: Social and Environmental Perspectives, July 2024, 279–294. https://doi.org/10.4337/9781800377684.00032

Nurjaya, I. N. (2022). Global Principles of Sustainable Tourism Development Ecological, Economic and Cultural. Sociological Jurisprudence Journal, 5(2), 97–106. https://doi.org/10.22225/scj.5.2.2022.97-106

Sari, N. P. R. (2022). Pengaruh Media Sosial terhadap Minat Berkunjung Kembali Wisatawan Lokal di Masa Pandemi ke Daya Tarik Wisata Khusus Kintamani Bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 12(1), 22. https://doi.org/10.24843/jkb.2022.v12.i01.p02

Stanković, S. M. (2024). THE SPATIAL AND FUNCTIONAL TOURISM PLANNING. Bulletin Of The Serbian Geographical Society, 104(1), 1–22.

Udayana, I. G., & Wirajaya, A. A. M. (2021). Kintamani Bali Arabica Coffee Marketing Strategy Through the Supply Chain and Marketing Mix. 1–10. https://doi.org/10.4108/eai.21-12-2020.2305841

Wahyudin, C., Firliandoko, R., Amalia, N., Zulfa, A. A., Studi, P., Publik, A., Djuanda, U., Tol, J., No, C., Barat, J., Cecep, K., & Email, W. (2024). Model Tatakelola Pariwisata Berbasis Kolaboratif Dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan. Jurnal Governansi, 10, 147–164.

Widiastini, N. M. A., Ardika, I. W., & Mudana, I. G. (2018). A Defense of Local People Working as Souvenir Vendors and Its Relation with the Female Identity in Kintamani Tourism Area, Bali. Jurnal Humaniora, 30(2), 109. https://doi.org/10.22146/jh.v30i2.32196

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.