Aspek Sosial dan Budaya Maritim dalam Kehidupan Masyarakat Pesisir Indonesia
Main Article Content
Abstract
Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki masyarakat pesisir yang membangun sistem sosial dan budaya melalui interaksi yang berkelanjutan dengan lingkungan laut. Meskipun pembangunan maritim umumnya berfokus pada aspek ekonomi dan sumber daya alam, dimensi sosial dan budaya yang menopang keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir masih relatif kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik sosial dan budaya maritim yang membentuk kehidupan masyarakat pesisir Indonesia melalui pendekatan studi literatur. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan menelaah berbagai buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa masyarakat pesisir mengembangkan nilai-nilai kolektivitas, solidaritas, dan kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya laut, termasuk melalui praktik-praktik adat seperti sasi dan berbagai ritual maritim yang memperkuat identitas budaya serta kohesi sosial. Temuan ini menegaskan bahwa aspek sosial dan budaya merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan pengelolaan wilayah pesisir. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan maritim perlu mengintegrasikan kearifan lokal dan partisipasi masyarakat sebagai bagian dari strategi pengelolaan pesisir yang berkelanjutan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ahimsa-Putra, H. S. (1994). Antropologi ekologi: Beberapa teori dan perkembangannya. Masyarakat Indonesia, 20(4), 1–44.
Aminuddin, M. A., & Burhanuddin, A. (2023). Potensi kekayaan dan keberagaman maritim di wilayah Papua dalam upaya mendorong kesejahteraan rakyat. Mandub: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora, 1(4), 157–176.
Imran, B., & Subrina, S. (2021). Budaya komunikasi masyarakat nelayan: Studi kasus di Cilallang Kabupaten Majene. Alhaqiqah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 2(1), 36–41. https://ejournals.ddipolman.ac.id/index.php/alhaqiqa/article/view/123
Juliana, I., Safitri, N. L., & Fadillah, W. (2023). Pemaknaan tradisi petik laut bagi masyarakat pesisir. TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora, 1(2), 218–232. https://doi.org/10.47861/tuturan.v1i2.242
Lauder, M. R. M. T., & Lauder, A. F. (2016). Maritime Indonesia and the archipelagic outlook: Some reflections from a multidisciplinary perspective on old port cities in Java. Wacana, 17(1), 97–120.
Marzali, A. (2003). Strategi Peisan Cikalong dalam menghadapi kemiskinan. Yayasan Obor Indonesia.
Nawir, M., Lutfiyyah, N., Ikhsan, F., & Mustika. (2024). Antropologi maritim: Inovasi, budaya, dan identitas di wilayah laut dan pesisir. Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa, 2(1), 216–227. https://doi.org/10.59024/bhinneka.v2i1.675
Neonbasu, G. (2022). Perspektif budaya maritim Indonesia (Sebuah refleksi sejarah antropologi Oseania). ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya, 11(2), 152–167. https://doi.org/10.33772/etnoreflika.v11i2.1264
Putra, I. N., & Hakim, A. (2016). Analisa peluang dan ancaman keamanan maritim Indonesia sebagai dampak perkembangan lingkungan strategis. Journal ASRO, 6, 1–22.
Putri, N. I., Chandrika, N. L., Pangestu, G. L., & Suryanda, A. (2021). Peranan kearifan lokal sistem sasi dalam pengelolaan sumber daya laut Indonesia. Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains, 2(1), 12–19. https://doi.org/10.55448/ems.v2i1.24
Sultan, D., & Ramadhan, M. F. (2024). Peran kebijakan pemerintah dalam mengelola sumber daya laut Indonesia. Riset Sains dan Teknologi Kelautan, 34–40.
Zega, A., Susanti, N. M., Tillah, R., Laoli, D., Telaumbanua, B. V., Zebua, R. D., ... Gea, A. S. A. (2024). Strategi inovatif dalam menghadapi degradasi ekosistem: Kajian terbaru tentang peran vital hutan mangrove dalam konservasi lingkungan. Zoologi: Jurnal Ilmu Peternakan, Ilmu Perikanan, Ilmu Kedokteran Hewan, 2(2), 71–83. https://doi.org/10.62951/zoologi.v2i2.65