Kondisi Keluarga Broken Home dan Kaitannya dengan Perkembangan Sosial-Emosional Serta Motivasi Belajar Siswa Kelas 4 di SD Negeri 024869

Main Article Content

Amanda Wiritanaya
Indri Annisa
Saddam Fathurrachman

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis kondisi keluarga broken home dan kaitannya dengan perkembangan sosial- emosional serta motivasi belajar siswa kelas 4 di SD Negeri 024869. Pendekatan yang diadopsi adalah mixed methods dengan desain explanatory sequential, yang menggabungkan pengumpulan dan analisis data kuantitatif melalui kuesioner terhadap 26 siswa, dilanjutkan dengan data kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap partisipan terpilih. Analisis data kuantitatif menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Product Moment Pearson, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian temuan, dan penarikan inferensi. Integrasi kedua jenis data dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif. Temuan empiris mengindikasikan bahwa individu yang berasal dari keluarga broken home cenderung menghadapi tantangan dalam membina interaksi sosial yang konstruktif, memperlihatkan ketidakstabilan emosional, serta mengalami degradasi motivasi belajar yang substansial apabila dibandingkan dengan siswa dari keluarga harmonis. Studi ini merekomendasikan penguatan peran guru sebagai pendamping psikososial dan penyediaan layanan konseling rutin di sekolah untuk membantu siswa dari keluarga broken home mengembangkan resiliensi dan mempertahankan motivasi belajarnya.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Wiritanaya, A., Annisa, I., & Fathurrachman, S. (2026). Kondisi Keluarga Broken Home dan Kaitannya dengan Perkembangan Sosial-Emosional Serta Motivasi Belajar Siswa Kelas 4 di SD Negeri 024869. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(9), 4602–4614. https://doi.org/10.56799/jim.v5i9.18437
Section
Articles

References

Bua, D. B., Pandang, A., and Saman, A. (2024). Dampak keluarga broken home terhadap motivasi belajar siswa dan penanganannya. Guidance, 21(1).

Handayani, N. A. and Masyithoh, S. (2023). Hubungan an- tara perceraian orang tua terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan, 8(1).

Hanuza, A. A., Afriyadi, M. M., and Fatoni, A. (2026). Mindfulness in basic education: A systematic review enhancing learning focus (2021–2026). Abjadia : Inter- national Journal of Education, 11(1):378–389.

Hasibuan, S. F. and Dewi, I. S. (2022). Connection study motivation of adolescents who have broken home with students’ learning achievements. International Journal of Educational Research Excellence (IJERE), 1(1).

Mayrinda, R., Nurhasanah, Maesaroh, S., Hopeman, T. A., and Nurulaeni, F. (2024). The Relationship of Family Problems on The Development of Social and Emotional Attitudes of Primary Students, pages 149–159. Atlantis Press SARL.

Muttaqin, I. and Sulistyo, B. (2019). Analisis faktor penye- bab dan dampak keluarga broken home. Raheema, 6(2).

Ryan, R. M. and Deci, E. L. (2000). Intrinsic and extrin- sic motivations: Classic definitions and new directions. Contemporary Educational Psychology, 25(1):54–67.

Sardiman, A. M. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Rajawali Pers, Jakarta.

Sari, H., Rosani, M., and Eddy, S. (2025). Impact of bu- llying on social-emotional behavior in elementary scho- ol students: A qualitative case study at sd negeri 115 pa- lembang, indonesia. Journal of Social Work and Science Education, 6(2):789–800.

Uno, H. B. (2011). Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan. Bumi Aksara, Jakarta.

Similar Articles

<< < 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.