Pengaruh Demografi Dan Beban Kerja Terhadap Burnout Syndrome Dokter Dan Nakes IGD RS Bhayangkara Surabaya

Main Article Content

Aulia Dewi Kusumawati
Arlette Suzy Puspa Pertiwi
Achmad Dheni Suwardhani

Abstract

Burnout syndrome adalah kelelahan karyawan akibat pekerjaan, ditandai dengan kelelahan ekstrem, berkurangnya kemampuan untuk mengatur proses kognitif dan emosional, dan ada jarak psikis atau mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh demografi yang meliputi usia, jenis kelamin, status pernikahan, pendidikan, lama bekerja, serta pengaruh beban kerja terhadap burnout syndrom pada Dokter dan  nakes di IGD RS Bhayangkara Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, yang menggunakan data kuantitatif. Sampelnya adalah semua karyawan di IGD yang meliputi  Dokter, Perawat, dan Bidan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yaitu sebanyak 39 orang. Untuk memperoleh data, sampel mengisi kuisioner data diri, Burnout Assessment Tools 12, dan kuisioner beban kerja. Hasil dari penelitian adalah faktor demografi akan mempengaruhi beban kerja kerja dan selanjutkan akan memebrikan pengaruhi terhadap burnout syndrome dengan nilai p-value < 0,05. Pada penelitian ini beban kerja memberikan pengaruh terhadap  burnout syndrome yaitu sebanyak 56,9%.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Kusumawati, A. D. ., Pertiwi, A. S. P. ., & Suwardhani, A. D. (2024). Pengaruh Demografi Dan Beban Kerja Terhadap Burnout Syndrome Dokter Dan Nakes IGD RS Bhayangkara Surabaya . PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 4(1), 430–438. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i1.6431
Section
Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.