Keterhubungan Trisenta Pendidikan Ki Hajar Dewantara Dengan Pembelajaran Literasi

Main Article Content

Dita Permatasari
Anas Ahmadi

Abstract

Pendidikan literasi di era global menuntut pendekatan yang tidak hanya teknis, tetapi juga filosofis dan kontekstual. Trisenta Pendidikan Ki Hajar Dewantara — Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani — menjadi kerangka etis-pedagogis yang dapat memperkuat pembelajaran literasi di sekolah. Studi ini menggunakan metode studi pustaka dengan analisis terhadap dokumen kebijakan literasi, teori literasi, serta kontribusi pemikiran Prof. Anas Ahmadi dalam bidang sastra dan budaya lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa keteladanan guru dalam literasi, partisipasi siswa, serta dukungan emosional dari lingkungan sekitar sangat memengaruhi efektivitas pembelajaran literasi. Selain itu, pengintegrasian teks sastra dan folklor lokal memberi ruang bagi pendekatan literasi yang lebih humanis, kontekstual, dan membumi. Diperlukan sinergi antara nilai-nilai Trisenta dan strategi literasi nasional untuk membentuk generasi yang literat secara kognitif, emosional, dan budaya.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Permatasari, D., & Anas Ahmadi. (2025). Keterhubungan Trisenta Pendidikan Ki Hajar Dewantara Dengan Pembelajaran Literasi. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 5(1), 921–932. https://doi.org/10.56799/peshum.v5i1.13506
Section
Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.