Pelatihan Penguatan Hubungan Rumah Sakit dan FKTP sebagai Strategi Hospital Sustainability pada Rumah Sakit Tipe D
Main Article Content
Abstract
Rumah sakit tipe D yang sedang berkembang menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas pemanfaatan layanan pada era sistem rujukan berjenjang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dalam konteks tersebut, hubungan antara rumah sakit dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme administratif rujukan, tetapi juga merupakan bagian dari strategi keberlanjutan pelayanan (hospital sustainability). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan dan staf rumah sakit mengenai pentingnya jejaring pelayanan, kesinambungan pelayanan (continuity of care), serta penguatan hubungan RS–FKTP sebagai aset strategis organisasi. Metode kegiatan dilaksanakan dalam bentuk In House Training di RS PKU Muhammadiyah Soemowidagdo Boyolali dengan peserta sebanyak 38 orang yang berasal dari berbagai unit pelayanan dan penunjang. Kegiatan meliputi pre test, penyampaian materi, diskusi interaktif, penyusunan komitmen tindak lanjut 90 hari, dan post test. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan nilai pre test dan post test peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta. Nilai rata-rata pre test sebesar 50,8 meningkat menjadi 81,3 pada post test, dengan rata-rata peningkatan sebesar 30,5 poin. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama diskusi dan mampu mengidentifikasi langkah tindak lanjut internal untuk memperkuat jejaring pelayanan rumah sakit. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan internal mengenai hubungan RS–FKTP efektif meningkatkan pemahaman peserta terhadap pentingnya jejaring pelayanan dalam mendukung kesinambungan pelayanan, stabilitas layanan, dan keberlanjutan rumah sakit. Program serupa berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari penguatan kapasitas manajerial rumah sakit.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Assis, A., & Vilela, R. (2025). Purchase intent in social media for healthcare services: The influence of value co-creation, brand equity, and engagement. International Journal of Pharmaceutical and Healthcare Marketing, 19(1), 37–50. https://doi.org/10.1108/IJPHM-06-2023-0057
BPJS Kesehatan. (2022). Laporan pengelolaan program dan laporan keuangan Jaminan Sosial Kesehatan Tahun 2022. BPJS Kesehatan.
Burch, S. (2024). Continuity of care and patient outcomes in integrated primary health systems: A systematic review. BMC Primary Care, 25, Article 112. https://doi.org/10.1186/s12875-024-02362-4
Kringos, D. S., Boerma, W. G. W., Hutchinson, A., van der Zee, J., & Groenewegen, P. (2020). The breadth of primary care: A systematic literature review of its core dimensions. BMC Health Services Research, 20, Article 65. https://doi.org/10.1186/s12913-020-4923-5
OECD. (2022). Integrated care and continuity of care: Improving patient pathways in health systems. OECD Publishing.
Porter, M. E., & Lee, T. H. (2021). The strategy that will fix health care. Harvard Business Review, 99(3), 50–70.
Ratnasari, D. (2017). Analisis pelaksanaan sistem rujukan berjenjang bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Kota Surabaya. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 5(2), 145–152. https://doi.org/10.20473/jaki.v5i2.2017.145-152
van der Heide, I., Snoeijs, S., Melchiorre, M. G., & Rijken, M. (2021). Innovating care for people with multiple chronic conditions in Europe: An overview. Health Policy, 125(1), 1–7. https://doi.org/10.1016/j.healthpol.2020.10.006
World Health Organization. (2023). Integrated people-centred health services: Global progress report. World Health Organization.