Berangkat Gelap, Pulang Gelap: Mengurai Fatigue Risk di Balik Jadwal Terbang Awak Pesawat

Main Article Content

Dini Febriani
Lulu Sri Suwandini
Laila Meilyandarrie Indah Wardani

Abstract

Fenomena jadwal kerja “gelap ketemu gelap”, yaitu pola kerja yang dimulai sebelum matahari terbit dan berakhir setelah matahari terbenam, berpotensi mengganggu ritme sirkadian serta meningkatkan risiko kesalahan manusia pada awak pesawat. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab dan dampak fatigue risk dalam perspektif Psikologi Industri dan Organisasi, khususnya terkait desain jadwal kerja, beban kognitif, ritme sirkadian, dan pengelolaan risiko kelelahan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap artikel ilmiah, regulasi keselamatan penerbangan, dan dokumen mengenai Fatigue Risk Management System (FRMS). Hasil kajian menunjukkan bahwa kelelahan awak pesawat merupakan konsekuensi interaksi antara faktor individual dan sistemik, seperti durasi kerja, waktu pemulihan yang terbatas, desinkronisasi sirkadian, serta tuntutan kognitif yang tinggi. Kondisi tersebut menurunkan kewaspadaan, kapasitas pemrosesan informasi, dan kualitas pengambilan keputusan. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan kelelahan harus ditempatkan sebagai tanggung jawab organisasi melalui penerapan FRMS yang berbasis identifikasi risiko, penjadwalan adaptif, strategi pemulihan, dan evaluasi berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Febriani, D., Suwandini, L. S., & Wardani, L. M. I. (2026). Berangkat Gelap, Pulang Gelap: Mengurai Fatigue Risk di Balik Jadwal Terbang Awak Pesawat. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(9), 4744–4750. https://doi.org/10.56799/jim.v5i9.19941
Section
Articles

References

Aruko, R. P., & Irwanto, B. S. P. (2026). Analisis tingkat kelelahan kerja (fatigue) pada pekerja di PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 5(1), 12569–12576. https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.7811

Azmy, P. A., Arianti, T., Wulandari, S., Malau, N., & Azizi, H. A. (2023). Literature review: Hubungan pengaruh kelelahan kerja terhadap shift kerja pada karyawan pabrik industri. DIAGNOSA: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan, 1(3), 25–33. https://doi.org/10.59581/diagnosa-widyakarya.v1i3.847

Caldwell, J. A., Caldwell, J. L., Thompson, L. A., & Lieberman, H. R. (2019). Fatigue and its management in the workplace. Neuroscience & Biobehavioral Reviews, 96, 272–289. https://doi.org/10.1016/j.neubiorev.2018.10.024

Dawson, D., & McCulloch, K. (2005). Managing fatigue: It’s about sleep. Sleep Medicine Reviews, 9(5), 365–380. https://doi.org/10.1016/j.smrv.2005.03.002

Endsley, M. R. (1995). Toward a theory of situation awareness in dynamic systems. Human Factors, 37(1), 32–64. https://doi.org/10.1518/001872095779049543

Etikariena, A. (2015). Perbedaan kelelahan kerja berdasarkan makna kerja pada karyawan. Journal Psikogenesis, 2(2), 169–179. https://doi.org/10.24854/jps.v2i2.49

Goel, N., Basner, M., Rao, H., & Dinges, D. F. (2013). Circadian rhythms, sleep deprivation, and human performance. Progress in Molecular Biology and Translational Science, 119, 155–190. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-396971-2.00007-5

Hamid, A. W. P., Kalla, R., Idris, F. P., Suharni, Haeruddin, & Habo, H. (2023). Analisis kelelahan kerja pada pemandu lalu lintas udara di AirNav Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar. Journal of Muslim Community Health, 4(3), 117–133. https://doi.org/10.52103/jmch.v4i3.1128

Hood, S., & Amir, S. (2017). The aging clock: Circadian rhythms and later life. The Journal of Clinical Investigation, 127(2), 437–446. https://doi.org/10.1172/JCI90328

International Civil Aviation Organization. (2012). Manual for the oversight of fatigue management approaches (Doc 9966, 1st ed.).

Nisa, S., & Reviandani, W. (2026). Analisis faktor-faktor yang memengaruhi burnout pada karyawan Perum Perhutani KBM-IK Gresik. Jurnal Manajemen Dewantara, 10(2), 1–12. https://doi.org/10.30738/md.v10i1.22051

Putri, A. N. E., Utami, Putra, R. S. P., & Arniawan. (2025). Faktor yang berhubungan dengan kelelahan (fatigue) pada perawat. Ensiklopedia of Journal, 8(1), 34–38. https://doi.org/10.33559/eoj.v8i1.3557

Rahmawati, A. D., Ardianzah, F., & Novitasari, P. (2024). Penerapan teori beban kognitif dalam pengajaran matematika dalam mengurangi beban kognitif tak esensial. Jurnal Jendela Pendidikan, 4(4), 463–472. https://doi.org/10.57008/jjp.v4i04.1112

Rasya, S., Handoko, B., & Nahrisah, E. (2024). Dampak beban kerja, stres kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai honorer. Jurnal Akutansi Manajemen Ekonomi Kewirausahaan (JAMEK), 4(1), 1–10. https://doi.org/10.47065/jamek.v4i1.1156

Razalianti, E., Puswati, D., Dyna, F., & Harahap, A. S. (2026). Efektivitas terapi thought stopping terhadap fatigue (kelelahan) pada mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Journal of Innovative and Creativity, 6(1).

Sprajcer, M., Thomas, M. J. W., Sargent, C., Crowther, M. E., Boivin, D. B., Wong, I. S., Smiley, A., & Dawson, D. (2022). How effective are fatigue risk management systems (FRMS)? A review. Accident Analysis & Prevention, 165, Article 106398. https://doi.org/10.1016/j.aap.2021.106398

Similar Articles

<< < 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.