Analisis Karakteristik Fisik Pupuk Lambat Biochar Bambu Berselaput Asam Akrilat Menggunakan SEM-EDS

Main Article Content

Ni Nyoman Ari Putri Murtiyah
I Wayan Suardika

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi serapan pupuk nitrogen (khususnya urea) adalah dengan membuat pupuk dalam lepas lambat. Pupuk lepas lambat dapat dibuat dengan melapisi pupuk tersebut dengan metode salut dan matrik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisik pupuk urea-biochar bambu berselaput asam akrilat. Penelitian dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah dan Lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Udayana dan di Laboratorium Karakterisasi Lanjut I Fisika, Pusat Riset Fisika Kuantum Puspiptek-Serpong (Badan Riset dan Inovasi Nasional). Pupuk lepas lambat dalam penelitian ini dibuat dengan cara memodifikasi pupuk urea lepas lambat dalam bentuk granul yang dibuat dengan metode salut dan matriks dengan menambahkan arang (biochar) bambu sebagai penjerap dan asam akrilat sebagai pengemulsi dan perekat. Parameter yang diamati adalah karakteristik fisik pupuk granul meliputi persentase ukuran granul dan komposisi unsur granul biochar dengan menggunakan SEM-EDS. Hasil analisis SEM-EDS menunjukkan bahwa pupuk granul urea biochar dengan metode salut maupun matrik memiliki kandungan nitrogen (N), karbon (C), Oksigen (O), Silika (Si) dan kalium (K) dan memiliki persentase ukuran yang di dominansi oleh ukuran granul yang berukuran 2-5 mm.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Murtiyah, N. N. A. P., & Suardika, I. W. (2026). Analisis Karakteristik Fisik Pupuk Lambat Biochar Bambu Berselaput Asam Akrilat Menggunakan SEM-EDS. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(8), 4170–4175. https://doi.org/10.56799/jim.v5i8.19773
Section
Articles

References

Airlangga, S. S. D., Munir, M., & Poniman. (2021). Pengaruh Pemberian Biochar Terhadap Beberapa Sifat Biokimia Tanah Dan Pertumbuhan Tanaman Bawang Merah Pada Lahan Tercemar Residu Pestisida. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 8(1), 27–34.

Gluba, T., & Obraniak, A. (2011). Nucleation and Granule Formation During Disc Granulation Process. Physicochemical Problems of Mineral Processing, 48(1), 113–120.

Hua, L., Wu, W., Liu, Y., McBride, M. B., & Chen, Y. (2009). Reduction Of Nitrogen Loss And Cu And Zn Mobility During Sludge Composting With Bamboo Charcoal Amendment. Environmental Science and Pollution Research, 16, 1–9.

Idaryani, & Wahid, A. (2019). Efektivitas Pupuk Majemuk Srf Npk 20-6-10 Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung. Jurnal Agrisistem, 15(2).

Ratna, N. E. (2016). Pengaruh Dosis Pupuk Organonitrofos Plus, Pupuk Anorganik Dan Biochar Terhadap Pertumbuhan Dan Serapan Hara N, P, K Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata L.) pada tanah ultisols Taman Bogo (Skripsi). Universitas Lampung, Bandar Lampung.

Situmeang, Y. P., Abdullah, A., Gafar, Nandiyanto, & Asep, B. D. (2018). Soil Quality In Corn Cultivation Using Bamboo Biochar, Compost, And Phonska. MATEC Web of Conferences, 197, 1–5.

Sivakumar, A., & Gomathi, P. (2012). Pelletized Fly Ash Lightweight Aggregate Concrete: A Promising Material. Journal of Civil Engineering and Construction Technology, 3(2), 42–48.

Suliman, W., Harsh, J. B., Abu-Lail, N. I., Fortuna, A. M., Dallmeyer, I., & Garcia-Perez, M. (2017). The Role Of Biochar Porosity And Surface Functionality In Augmenting Hydrologic Properties Of A Sandy Soil. Science of The Total Environment, 574, 139–147.

Utari, N. W. A., Tamrin, & Triyono, S. (2015). Kajian Karakteristik Fisik Pupuk Organik Granul Dengan Dua Jenis Bahan Perekat. Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 3(3), 267–274.

Wigena, I. G. P., Purnomo, J., Tuherkih, E., & Saleh, A. (2006). Pengaruh Pupuk 'Slow Release' Majemuk Padat Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Kelapa Sawit Muda Pada Xanthic Hapludox di Merangin Jambi. Bogor, Indonesia: Balai Penelitian Tanah.

Widowati, Utomo, W. H., Soehono, L. A., & Guritno, B. (2011). Effect Of Biochar On The Release And Loss Of Nitrogen From Urea Fertilization. Journal of Agricultural and Food Technology, 1, 127–132.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)