Analisis Konsep Ekonomi Tradisional (Gala) dalam Memberdayakan Ekonomi Masyarakat di Aceh
Main Article Content
Abstract
Praktik ekonomi tradisional berbasis adat masih memainkan peran penting dalam menopang kehidupan ekonomi masyarakat Aceh, meskipun menghadapi tekanan modernisasi dan ekspansi lembaga keuangan formal. Salah satu mekanisme ekonomi lokal yang tetap bertahan adalah gala, yaitu sistem penyerahan sementara hak pengelolaan aset produktif sebagai sarana memperoleh dana tanpa kehilangan kepemilikan aset secara permanen. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik gala yang berkembang pada masyarakat Aceh serta mengkaji kontribusinya terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi lapangan yang dilakukan di Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, dan Aceh Tengah. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan pemilik aset, penerima gala, aparatur gampong, dan tokoh masyarakat, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik gala tidak hanya berfungsi sebagai instrumen ekonomi, tetapi juga sebagai pranata sosial yang berlandaskan nilai kepercayaan, solidaritas, dan kekeluargaan. Di Aceh Timur dan Aceh Utara, gala sawah dilakukan melalui penyerahan hak pengelolaan lahan kepada pemberi dana hingga dana tersebut ditebus kembali oleh pemilik sawah. Di Pidie Jaya, transaksi gala memiliki karakteristik khusus dengan menggunakan harga emas sebagai acuan nilai pengembalian. Sementara itu, di Aceh Tengah, praktik gala diterapkan pada kebun kopi sebagai aset produktif utama masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa gala berkontribusi signifikan dalam memperluas akses masyarakat terhadap sumber pembiayaan informal, mempertahankan kepemilikan aset produktif, mengurangi kerentanan ekonomi rumah tangga, serta memperkuat kohesi sosial masyarakat pedesaan. Dalam perspektif ekonomi moral James C. Scott, gala merepresentasikan strategi adaptif masyarakat agraris untuk menjaga keamanan subsistensi dan keberlanjutan sumber penghidupan di tengah keterbatasan akses terhadap sistem keuangan formal. Dengan demikian, gala tidak hanya mencerminkan keberlanjutan institusi ekonomi tradisional Aceh, tetapi juga menunjukkan kapasitas ekonomi lokal dalam menciptakan mekanisme pemberdayaan yang berbasis modal sosial dan kearifan adat.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Alfian, I. (1999). Wajah Aceh dalam lintasan sejarah (Cet. 1.). Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh.
Angkoso, J. B., Luthfi, A. N., & Sudibyanung, S. (2020). Distribusi Penguasaan dan Pemilikan Tanah Pertanian di Desa Nglegok, Kabupaten Karanganyar. Tunas Agraria, 3(2), 101–121. https://doi.org/10.31292/jta.v3i2.111
Anhar, A., Rasyid, U. H. A., Muslih, A. M., Baihaqi, A., Romano, & Abubakar, Y. (2021). Sustainable Arabica coffee development strategies in Aceh, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 667(1), 012106. https://doi.org/10.1088/1755-1315/667/1/012106
Baihaqi, A., Hamid, A. H., Zikri, I., Kurniawan, D., Fazlina, Y. D., Wardhana, M. Y., & Bahri, T. S. (2021). The performance of paddy farming in Aceh province. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 667(1), 012083. https://doi.org/10.1088/1755-1315/667/1/012083
Creswell, J. W., & Creswell, J. W. (2013). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (3rd ed). SAGE Publications.
Fahriansah, F. (2017). Transaksi Ekonomi Klasik Masyarakat Aceh (Analisis Kelayakan Taqnin Hukum Ekonomi Syariah). IHTIYATH : Jurnal Manajemen Keuangan Syariah, 1(2). https://doi.org/10.32505/ihtiyath.v1i2.679
Fajri, I. & Muksal. (2021). Implementasi Akad Pembiayaan Syariah pada GALA (Gadai Tradisional). Islam Universalia: International Journal of Islamic Studies and Social Sciences, 3(1). https://doi.org/10.56613/islam-universalia.v3i1.189
Ibrahim, A. (2012). Praktik Ekonomi Masyarakat Aceh dalam Konteks Ekonomi Islam:
Ikhsan Fajri, Muksal, Eddy Gunawan, & Teuku Meldi Kesuma. (2019). Gala (Ar-Rahnu) as Micro Financing Instruments in Islamic Financial Institution in Aceh. Journal of Islamic Finance, 8(2), 43–49. https://doi.org/10.31436/jif.v8i2.299
Iqbal, M., & . S. (2017). Rekontruksi Perjanjian Gala (Gadai Adat) pada Masyarakat Adat Aceh Berbasis Syariah. Law Reform, 13(1), 98. https://doi.org/10.14710/lr.v13i1.15954
Iskandar, Juliana Putri, & Razali. (2023). New Movement Local Wisdomnomic: Study of Mawah As a Model Of Community Economic Empowerment. Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi dan Perbankan (JESKaPe), 7(1), 49–66. https://doi.org/10.52490/jeskape.v7i1.1265
Mardhiah, N., Muhammad, Z., Saputra, J., Triayanto, T., & Marefanda, N. (2023). Collaborative Governance: Aceh Traditional Institutions And The Implications of The Sdgs Local Wisdom Of Acehnese Coastal Communities In Indonesia. Universiti Malaysia Terengganu Journal of Undergraduate Research, 5(2). https://doi.org/10.46754/umtjur.v5i2.421
Maulana, M., & Amri, A. (2021). Polarization of Profit Sharing of Paddy Cultivation in the Acehnese Community as an Attempt to Alleviate Poverty: A Study of Fiqh Muamalah. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 5(1), 297. https://doi.org/10.22373/sjhk.v5i1.8774
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (Third edition). SAGE Publications, Inc.
Muthia, C., Effendi, R., & Hmz, N. (2021). Nilai-Nilai Agama Islam dalam Budaya dan Adat Masyarakat Aceh. Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam, 1(1), 52–60. https://doi.org/10.29313/jrkpi.v1i1.170
Nasir, M., & Hasbi, Y. (2026). Legal Justice in Aceh’s Gala Agreement for Local Economic Empowerment. Vol .14 Issue 1, (1). https://doi.org/10.29303/ius.v14i1.1931
Nazaruddin, M., Kamil, A. I., Nasution, A. A., & Aulia, F. (2023). The Survival of Acehnese Traditional Markets in the Modernization Era. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 11(3), 1053–1070. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v11i3.1021
Nguyen, T. A., Gillen, J., & Rigg, J. (2020). Economic transition without agrarian transformation: The pivotal place of smallholder rice farming in Vietnam’s modernisation. Journal of Rural Studies, 74, 86–95. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2019.12.008
Nurdin, A., Kasim, F. M., Rizwan, M., & Daud, M. (2021). The Implementation of Meunasah-based Sharia in Aceh: A Social Capital and Islamic Law Perspective. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 5(2), 760. https://doi.org/10.22373/sjhk.v5i2.10710
Safrizal, S. (2016). Praktek Gala Umong (Gadai Sawah) Dalam Perspektif Syari’ah (Studi Kasus di Desa Gampong Dayah Syarif Kecamatan Mutiara Kabupaten Pidie Provinsi Aceh). Jurnal Ilmiah Islam Futura, 15(2), 231. https://doi.org/10.22373/jiif.v15i2.544
Salim, A. (2021). Adat and Islamic Law in Contemporary Aceh, Indonesia: Unequal Coexistence and Asymmetric Contestation. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 5(2), 529. https://doi.org/10.22373/sjhk.v5i2.11082
Scott, J. C. (1977). The Moral Economy of the Peasant: Rebellion and Subsistence in Southeast Asia. Yale University Press. https://doi.org/10.12987/9780300185553
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif: Untuk Penelitian yang Bersifat Eksploratif, Interpretif, Interaktif, dan Konstruktif. Alfabeta, Bandung.
Walsh-Dilley, M. (2013). Negotiating hybridity in highland Bolivia: Indigenous moral economy and the expanding market for quinoa. Journal of Peasant Studies, 40(4), 659–682. https://doi.org/10.1080/03066150.2013.825770
Xie, D., & Xu, M. (2024). The Role of Trust in Facilitating Land Transfers and Contract Formalization: A Study of Chinese Farm Households. Land, 13(12), 2088. https://doi.org/10.3390/land13122088
Zulfahmi. (2021). Eksistensi Baitul Qiradh Gala Terhadap Praktik Gadai Sawah di Aceh Barat Daya Perspektif Maqashid Syariah [Thesis]. UIN Sunan Kalijaga.