Realitas FOMO Masyarakat Kota Kupang terhadap Kehadiran Mie Gacoan dalam Perspektif Konstruksi Sosial

Main Article Content

Cicilia Dwi Dalin Naben
Susana C. L Pellu
Imanta I. Perangin Angin
Jacklin Stefany Manafe

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis realitas Fear of Missing Out (FOMO) masyarakat terhadap kehadiran gerai makanan di Kota Kupang, khususnya Mie Gacoan, serta menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi FOMO dan dampaknya terhadap pola konsumsi serta interaksi sosial masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 10 orang yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO masyarakat Kota Kupang dipengaruhi oleh paparan media sosial, pengaruh teman sebaya, rasa penasaran, kebutuhan pengakuan sosial, serta budaya konsumtif masyarakat urban. Kehadiran Mie Gacoan menjadi tren sosial yang mendorong masyarakat datang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan makan, tetapi juga untuk memperoleh pengalaman, menjaga eksistensi, dan mengikuti perkembangan lingkungan sosial. FOMO juga mempengaruhi interaksi sosial melalui kebiasaan berkumpul, berbagi pengalaman, serta aktivitas unggahan di media sosial. Dalam perspektif teori Konstruksi Sosial atas Realitas, fenomena ini terbentuk melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa FOMO bukan sekadar kondisi psikologis individual, melainkan realitas sosial yang dikonstruksi secara kolektif. Kehadiran Mie Gacoan di Kota Kupang tidak hanya berfungsi sebagai gerai makanan, tetapi juga menjadi ruang sosial baru yang merepresentasikan perubahan budaya konsumsi masyarakat urban modern.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Naben, C. D. D., Pellu, S. C. L., Angin, I. I. P., & Manafe, J. S. (2026). Realitas FOMO Masyarakat Kota Kupang terhadap Kehadiran Mie Gacoan dalam Perspektif Konstruksi Sosial. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(6), 979–992. https://doi.org/10.56799/jim.v5i6.16971
Section
Articles

References

Andok, M. (2022). A Conceptual and Theoretical Framework for Deep Mediatisation. Institutiones Administrationis, 2(2), 99–111. https://doi.org/10.54201/iajas.v2i2.55

Baskati, A., & Pareek, N. (2023). Healthy Eating: Challenges of Preset Era. Interantional Journal of Scientific Research in Engineering and Management, 07(12), 1–11. https://doi.org/10.55041/ijsrem27670

Bungin, B., Wono, H. Y., & Shwari, E. J. A. (2021). Communication Media Technology and Social Harmony Construction in the Era of Society 5.0 a Critical View. International Journal of Computer and Information System (Ijcis), 2(4), 125–130. https://doi.org/10.29040/ijcis.v2i3.40

Fraser, N., & Ţurcan, R. V. (2025). Reconstructing the Social Construction of Reality. British Journal of Sociology, 76(3), 657–662. https://doi.org/10.1111/1468-4446.13190

Hausknost, D. (2023). Opacity and Transparency. Theoria, 70(177), 26–53. https://doi.org/10.3167/th.2023.7017702

Muhamad Rizki Nugraha Darma Nagara, & Nurhajati, L. (2022). The Construction and Adoption of Beauty Standard by Youth Female as the Consumer of K-Beauty Products in Indonesia. Jurnal Riset Komunikasi, 5(2), 258–277. https://doi.org/10.38194/jurkom.v5i2.543

Mulyono, B. H. (2021). Pengaruh Fear of Missing Out terhadap Social Connectedness yang Dimediasi oleh Penggunaan Media Sosial. Buletin Riset Psikologi Dan Kesehatan Mental (BRPKM), 1(2), 1190–1198. https://doi.org/10.20473/brpkm.v1i2.28660

Neill, L., & Toloke, E. (2021). Lū Sipi: A Marker of Tongan Distinction. Journal of the Polynesian Society, 130(3), 227–244. https://doi.org/10.15286/jps.130.3.227-244

Ocasio, W. (2023). Institutions and Their Social Construction: A Cross-Level Perspective. Organization Theory, 4(3). https://doi.org/10.1177/26317877231194368

Pula, B. (2024). Translating Phenomenology: Alfred Schutz and His Many Afterlives in American Sociology. Journal of Classical Sociology, 25(4), 418–449. https://doi.org/10.1177/1468795x241268350

Soraida, S., Arianti, Y., Isyanawulan, G., & Sartika, D. D. (2023). The Dialectic Strength in Social Construction of Urban Community for Preventing Stunting During the Covid-19 Pandemic. Populika, 11(2), 16–26. https://doi.org/10.37631/populika.v11i2.903

Upe, A., Kasim, S. S., & Hariati. (2022). The Social Construction of Lesbian Community in Kendari City, Indonesia. International Journal of Qualitative Research, 2(1), 29–33. https://doi.org/10.47540/ijqr.v2i1.541

Wibisono, M. Y., & Darmalaksana, W. (2022). The Idea of Moderate Islam in the Media Space for the Social Construction of Religious Moderation in Indonesia. Khazanah Sosial, 4(4), 719–730. https://doi.org/10.15575/ks.v4i4.19291

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.