Representasi Bullying Dalam Serial 13 Reasons Why Dan Realitas Sosial Remaja Di Kota Kupang: Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi bullying dalam serial 13 Reasons Why, keterkaitannya dengan realitas sosial bullying remaja di Kota Kupang, serta dampaknya terhadap kesehatan mental dan normalisasi perundungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk melalui dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serial tersebut merepresentasikan bullying sebagai kekerasan multidimensional yang mencakup bullying verbal, sosial, siber, dan seksual. Perundungan digambarkan sebagai proses akumulatif melalui ejekan, pelabelan negatif, penyebaran rumor, pengucilan sosial, hingga lemahnya respons institusi sekolah, yang berdampak pada kecemasan, depresi, rendahnya harga diri, dan keputusasaan korban. Representasi tersebut memiliki kesesuaian dengan realitas remaja di Kota Kupang, di mana ejekan fisik, penghinaan verbal, pengucilan kelompok, dan cyberbullying masih sering dinormalisasi sebagai bagian dari dinamika pergaulan. Di sisi lain, serial ini juga mendorong kesadaran remaja mengenai bahaya bullying dan pentingnya kesehatan mental. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bullying bukan sekadar perilaku individual, melainkan produk budaya sosial yang permisif serta lemahnya dukungan institusional. Oleh karena itu, diperlukan penguatan peran sekolah sebagai ruang aman, peningkatan literasi digital, serta edukasi kesehatan mental sebagai strategi pencegahan yang lebih sistemik.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Adoe, T. Y. N., & Tasekeb, R. (2021). Pengaruh bullying terhadap kecerdasan interpersonal siswa di Kota Kupang.
Arendt, F., Scherr, S., Till, B., Prinzellner, Y., Hines, K., & Niederkrotenthaler, T. (2017). Suicide on TV: Minimising the risk to vulnerable viewers. BMJ: British Medical Journal, 358. https://www.jstor.org/stable/26940864
Ariani. (2022). Hubungan kecerdasan emosional dengan perilaku bullying pada siswa SMP di Kota Kupang.
Bandura, A. (2001). Social cognitive theory of mass communication. Media Psychology, 3(3), 265–299.
Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Anchor Books.
Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press.
Coloroso, B. (2006). The bully, the bullied, and the bystander: From preschool to high school—How parents and teachers can help break the cycle of violence. HarperCollins.
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (Eds.). (2018). The SAGE handbook of qualitative research (5th ed.). SAGE Publications.
Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. Sage Publications.
Jenner, M. (2018). Netflix and the re-invention of television. Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-319-94316-9
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2022). Data kasus kekerasan terhadap anak.
Kozinets, R. V. (2020). Netnography: The essential guide to qualitative social media research (3rd ed.). SAGE Publications.
Lette, A. R., & Paulus, A. Y. (2020). Bullying sebagai cara untuk mengakrabkan (Studi fenomenologi di kalangan siswa SMA Kota Kupang).
Luan, M. E., & Lio, S. (2025). Studi kualitatif naratif tentang perilaku bullying siswa kelas VII di SMPK St. Theresia Kupang. JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi), 5(6), 106–113. https://doi.org/10.59818/jpi.v5i6.2238
Munira, A., Liamputtong, P., & Viwattanakulvanid, P. (2023). Feeling psychologically unsafe at school and university: Bullying and youth living with depression in Indonesia. International Journal of Public Health Science, 12(2), 909–916. https://doi.org/10.11591/ijphs.v12i2.22571
Olweus, D. (1993). Bullying at school: What we know and what we can do. Blackwell.
UNICEF. (2021). Bullying and adolescent well-being in Indonesia. UNICEF.
van Dijk, T. A. (2008). Discourse and power. Palgrave Macmillan.