Efektivitas Terapi Pada Pasien Penyakit Gastroenteritis Akut Rawat Inap Di Rumah Sakit X Kota Jambi

Main Article Content

Martina Setianingsih

Abstract

Gastroenteritis akut merupakan salah satu penyebab utama rawat inap, terutama pada kelompok usia dewasa dan anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis terapi (zinc, loperamide, attapulgit, dan probiotik) dengan kadar leukosit, frekuensi buang air besar (BAB), dan lama rawat inap pada pasien gastroenteritis akut di Rumah Sakit X Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik terhadap 77 pasien. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis terapi dengan kadar leukosit (p = 0,009) dan frekuensi BAB (p = 0,023), namun tidak terdapat hubungan signifikan dengan lama rawat inap (p = 0,162). Attapulgit menunjukkan proporsi normalisasi leukosit tertinggi (88%) dan durasi rawat inap <3 hari paling besar (81%). Loperamide efektif menurunkan frekuensi BAB (<4 kali/hari) sebesar 64%. Zinc meningkatkan respons imun yang ditandai dengan peningkatan leukosit, sementara probiotik membutuhkan waktu lebih lama untuk menunjukkan efek klinis. Kesimpulan, terapi attapulgit dan loperamide efektif untuk penanganan gejala akut, sedangkan zinc dan probiotik lebih berperan dalam mendukung pemulihan sistem imun dan mencegah kekambuhan. Pendekatan kombinasi keduanya dapat menjadi strategi yang optimal dalam tatalaksana gastroenteritis akut.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Setianingsih, M. (2026). Efektivitas Terapi Pada Pasien Penyakit Gastroenteritis Akut Rawat Inap Di Rumah Sakit X Kota Jambi. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(5), 758–770. https://doi.org/10.56799/jim.v5i5.16839
Section
Articles

References

Adnan, A., Adnan, A., & Ekaputri, N. (2021). Efektivitas Cefotaxime dan Cefixime pada Diare Akut Karena Infeksi di Bangsal Anak Rawat Inap di Salah Satu Rumah Sakit di Yogyakarta Periode Januari–Desember 2018. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 4(1), 15–24.

American Academy of Family Physicians. (2014). Management of acute diarrhea in adults.

Arlinda, Mukaddas, A., & Faustine, I. (2016). Identifikasi Drug Related Problems (DRPs) pada Pasien Anak Gastroenteritis Akut di Instalasi Rawat Inap RSU Anutapura Palu. Galenika Journal of Pharmacy, 2, 43–48.

Brahmana Anggara Bintang Krista. (2024). Perbandingan efektivitas penggunaan antibiotik tunggal dan kombinasi pada pasien pediatrik dengan gastroenteritis akut di Rumah Sakit Haji Medan [Skripsi, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara].

Bressler, B., Lee, K., & Jacobson, K. (2020). Incidence of gastroenteritis in young children: A population-based study in Canada. Canadian Journal of Gastroenterology and Hepatology, 2020, 1–7.

Canani, R. B., Di Costanzo, M., & Leone, L. (2011). The epigenetic effects of butyrate: Potential therapeutic implications for clinical practice. Clinical Epigenetics, 2(2), 285–289.

Depkes RI. (2007). Pedoman pengobatan dasar di Puskesmas. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Dianita, R., & Prawitasari, H. (2020). Efektivitas terapi suportif pada pasien gastroenteritis anak. Jurnal Farmasi Indonesia, 12(3), 198–205.

DrugBank. (n.d.). Attapulgite. Retrieved from

https://go.drugbank.com/drugs/DB01378

Fernández-García, J., Morales, R., & Sánchez, L. (2024). Norovirus and rotavirus in adults: A hospital-based surveillance study. Infectious Diseases Journal, 58(1), 12–19.

Gomes, R. V., de Souza, B. R., & Pereira, M. J. (2020). Efficacy of adsorbent minerals in acute diarrhea: A systematic review. World Journal of Gastroenterology, 26(12), 1405–1412.

Gremse, D. A. (2020). Acute gastroenteritis in children. Pediatric Clinics of North America, 67(3), 459–472.

Gunawan, R., & Wahyudi, T. (2018). Perbandingan efektivitas attapulgit dan loperamid terhadap diare akut. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 7(2), 145– 150.

Haase, H., & Rink, L. (2009). The immune system and the impact of zinc during aging. Immunity & Ageing, 6(1), 9.

Hendryadi, Tricahyadinata Irsan, & Zannati Rachma. (2019). Metode penelitian: Pedoman penelitian bisnis dan akademik. Lembaga Pengembangan Manajemen dan Publikasi Imperium (LPMP Imperium).

Husna Farah Afriyani. (2023). Asuhan keperawatan pada anak dengan gastroenteritis di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan tahun 2023 [Laporan Karya Tulis Ilmiah].

Islamiah, W. E., & Nadhiroh, S. R. (2023). Literature review: Peran selenium dan zink dalam proses penyembuhan gastroenteritis akut (GEA) pada anak. Media Gizi Kesmas, 12(1), 417–426.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman nasional penatalaksanaan diare akut pada anak. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Laporan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia 2023.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016.

Maares, M., & Haase, H. (2016). Zinc and immunity: An essential interrelation. Archives of Biochemistry and Biophysics, 611, 58–65.

Mayo-Wilson, E., Junior, J. A. G., Imdad, A., Dean, S., Chan, X. H. S., Chan, E. S. Y., ... & Bhutta, Z. A. (2014). Zinc supplementation for preventing mortality, morbidity, and growth failure in children aged 6 months to 12 years of age. Cochrane Database of Systematic Reviews, (5).

Nurhidayatun Ainin. (2021). Efektivitas penggunaan antibiotik pada pasien gastroenteritis akut (GEA) di Instalasi Rawat Inap RSUD Kota Madiun [Skripsi].

Pasaribu, M., & Aritonang, H. (2021). Pola penggunaan obat antidiare di fasilitas kesehatan di Provinsi Banten. Jurnal Farmasi Indonesia, 11(1), 1–9.

Prasad, A. S. (2008). Zinc in human health: Effect of zinc on immune cells. Molecular Medicine, 14(5–6), 353–357. Probiotics in food: Health and nutritional properties and guidelines for evaluation. (n.d.). FAO Food and Nutrition Paper.

Putra, D. P., Wahyuni, T. S., & Hartati, R. (2021). Rasionalitas kombinasi terapi antidiare di rumah sakit swasta di Palembang. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 11(2), 112–119.

Read, S. A., Obeid, S., Ahlenstiel, C., & Ahlenstiel, G. (2019). The role of zinc in antiviral immunity. Advances in Nutrition, 10(4), 696–710.

Riadi, A., Yuliani, R., & Dewi, F. R. (2025). Kombinasi zinc dan probiotik dalam terapi diare akut pada pasien dewasa di Bali. Jurnal Ilmiah Farmasi Indonesia, 15(1), 23–31.

Sazilli, D., Erna Marisa, D., & Dian Cahyawati, R. (2024). Asuhan keperawatan pada anak A dengan gastroenteritis akut dan hipovolemia. Mejora: Medical Journal Awatara, 2(2), 34–39.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Munandar Arif, Ed.). CV. Media Sains Indonesia.

Suhanda, & Ahmad, N. (2022). Pendampingan asuhan keperawatan medikal bedah pada klien dengan gangguan sistem pencernaan: Gastroenteritis akut. Pengabdian Masyarakat, 2(2), 262–269.

Turcios-Ruiz, R. M., López-Sánchez, P., & Martínez-Muñoz, P. (2023). Gastroenteritis in the elderly: Clinical characteristics and risks. Geriatric Medicine International, 14(1), 25–32.

Utami, T. S., Maulana, F., & Syah, N. A. (2018). Efektivitas pemberian probiotik dalam mengurangi durasi diare akut. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(1), 42–47.

Wessels, I., Rolles, B., & Rink, L. (2021). The potential impact of zinc supplementation on COVID-19 pathogenesis. Frontiers in Immunology, 12, 1712.

Wikipedia. (2025a). Probiotic. Retrieved from

World Health Organization. (2023). Buku Antibiotik WHO AWaRe (Access, Watch, Reserve).

Zaid, H. A., Adi, M. M., & Khayat, N. (1995). Mechanism of action of attapulgite in treatment of diarrhea. Journal of Clinical Gastroenterology, 21(2), 112– 115.

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.