Museum Sumpah Pemuda Sebagai Saksi Bisu Perjuangan Bangsa: Studi Deskriptif Warisan Sejarah

Main Article Content

Salwia
Nurlela
Muh. Rijal

Abstract

Museum Sumpah Pemuda di Jakarta memiliki peran yang sangat penting sebagai saksi bisu perjuangan bangsa Indonesia, khususnya dalam mengabadikan peristiwa bersejarah Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Artikel ini mengkaji peran Museum Sumpah Pemuda menggunakan pendekatan kualitatif dan pendekatan literasi untuk memahami kontribusinya dalam melestarikan sejarah perjuangan bangsa serta memperkuat nasionalisme di kalangan masyarakat, terutama generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana museum ini menyajikan warisan sejarah melalui koleksi-koleksi berharga yang meliputi foto, dokumen, dan benda-benda bersejarah yang terkait dengan Sumpah Pemuda. Pendekatan literasi digunakan untuk menganalisis cara museum ini menyampaikan pengetahuan sejarah secara efektif melalui narasi, pameran, dan media interaktif, sehingga membuat sejarah lebih mudah dipahami dan lebih menarik bagi pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Sumpah Pemuda tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang-barang sejarah, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang efektif dalam menumbuhkan kesadaran sejarah dan semangat nasionalisme. Museum ini berhasil menghadapi tantangan dalam penyajian sejarah melalui berbagai inovasi dalam metode penyampaian informasi, yang semakin relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pengunjung masa kini.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Salwia, Nurlela, & Muh. Rijal. (2025). Museum Sumpah Pemuda Sebagai Saksi Bisu Perjuangan Bangsa: Studi Deskriptif Warisan Sejarah. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 4(2), 3326–3332. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i2.7853
Section
Articles

Similar Articles

<< < 172 173 174 175 176 177 178 179 180 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.