Pemaafan sebagai Jalan Pemulihan pada Pasangan yang Pernah Terluka Oleh Perselingkuhan

Main Article Content

Ainun Mardiah Amran
Nurul Muchilsah
Sri Wahyu Nengsih

Abstract

Pernikahan menjadi kebutuhan perkembangan di usia dewasa muda. Namun, pernikahan tak lepas dari adanya konflik antar pasangan. Terlepas dari efek negatif perselingkuhan, korban perselingkuhan dapat dan memungkinkan untuk pulih kembali pasca perselingkuhan melalui pemaafan sebagai pilihan internal korban dan komitmen pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji terkait pengalaman pemaafan wanita setelah perselingkuhan pasangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis desain penelitian fenomenologi. Responden penelitian merupakan korban yang pernah mengalami perselingkuhan dalam rumah tangga yang masih bertahan dan telah berpisah. Teknik pengumpulan data dengan melakukan metode wawancara terhadap subjek. Hasil penelitian menunjukkan munculnya perselingkuhan diakibatkan oleh faktor internal dan eksternal. Dalam proses pemaafan, faktor agama dan dukungan keluarga berperan aktif dalam membantu responden memaafkan pelaku perselingkuhan. Hal ini menunjukkan bahwa pemaafan berperan penting dalam mengatasi permasalahan psikologis akibat perselingkuhan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Amran, A. M. ., Nurul Muchlisah, & Sri Wahyu Nengsih. (2024). Pemaafan sebagai Jalan Pemulihan pada Pasangan yang Pernah Terluka Oleh Perselingkuhan. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 4(1), 553–561. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i1.6722
Section
Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.