Tabayyun Dalam Hadist Nabi ﷺ Sebagai Solusi Kritis Terhadap Cepatnya Penyebaran Hoaks
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep tabayyun dalam hadis Nabi ﷺ secara linguistik dan konseptual, mengungkap pola verifikasi informasi dalam tradisi ilmu hadis, serta mengkaji relevansinya sebagai solusi kritis terhadap fenomena penyebaran hoaks di era digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), didukung metode takhrij hadis untuk menelusuri sumber dan kualitas hadis. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, tabayyun dalam hadis Nabi ﷺ — khususnya HR. Muslim No. 06 — mengandung tiga dimensi sekaligus, yaitu kognitif, etis, dan sosial; kedua, tradisi ilmu hadis telah membangun sistem verifikasi informasi yang komprehensif melalui tiga aspek, yaitu verifikasi sanad, matan, dan konteks, jauh sebelum munculnya konsep literasi digital modern; ketiga, konsep tabayyun memiliki relevansi yang kuat dalam ekosistem informasi digital sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Hujurat ayat 6, dan dapat difungsikan sebagai kerangka etika komunikasi Islam untuk mencegah penyebaran hoaks. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tabayyun bukan sekadar ajaran normatif, melainkan sistem metodologis yang utuh dan aplikatif dalam menjaga kebenaran informasi di era digital.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.