Mitos Kecantikan dan Penerimaan Diri Perempuan dalam Film Love Untangled
Main Article Content
Abstract
Standar kecantikan di negara Korea Selatan saat ini digambarkan sebagai seorang perempuan yang berkulit putih, tubuh proposional, dan berambut lurus. Beberapa perempuan di Korea Selatan merasa bahwa standar kecantikan di negara mereka sangat tinggi, sehingga mereka menghabiskan banyak uang untuk mencapainya. Saat ini terdapat fenomena orang-orang berbondong untuk meluruskan rambutnya menggunakan bahan kimia agar dapat memenuhi standar kecantikan disana. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis representasi mitos kecantikan dan isu feminisme dalam film Love Untangled karya Namkoong Sun dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Fokus kajian diarahkan pada tiga lapisan tanda denotasi, konotasi dan mitos untuk mengungkap bagaimana film membangun konstruksi ideologis mengenai kecantikan perempuan dalam konteks budaya Korea. Film ini menampilkan tokoh Park Se-Ri, seorang perempuan dengan rambut keriting yang merasa rendah diri akibat standar kecantikan dominan yang menjunjung rambut lurus. Pertanyaan yang diajukan pada penelitian ini adalah bagaimana mitos kecantikan dan isu feminisme yang diperjuangkan Park Se-Ri dalam film Love Untangled. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Love Untangled mempresentasikan standar kecantikan sebagai konstruksi sosial yang membentuk cara pandang perempuan bahwa perempuan berambut lurus disimbolkan sebagai simbol ideal kecantikan perempuan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.