Peran Ibu Tunggal dalam Pembentukan Kemandirian Emosional Remaja dengan Fatherless Syndrome

Main Article Content

Sandrina Septiana Rizkia
Asih Kuswardinah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh peran ibu tunggal terhadap pembentukan kemandirian emosional remaja yang mengalami fatherless syndrome akibat keputusan perceraian sepihak dari ayah. Fenomena ini sangat krusial mengingat keputusan ayah yang meninggalkan keluarga secara tiba-tiba menciptakan dinamika psikososial yang kompleks bagi remaja, khususnya terkait dengan regulasi emosi, konsep diri, dan ketahanan dalam menghadapi tekanan sosial. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, penelitian ini mengukur peran ibu tunggal melalui instrumen skala psikologi Parental Authority Questionnaire - Revised (PAQ-R). Sementara itu, tingkat kemandirian emosional remaja diukur menggunakan adaptasi Emotional Autonomy Scale (EAS). Hasil penelitian ini diharapkan mampu menunjukkan korelasi yang signifikan antara tingkat kehangatan dan tuntutan (demandingness) ibu tunggal dengan kemandirian emosional remaja, yang meliputi aspek de-idealisasi, memandang orang tua sebagai individu, non-dependensi, dan individuasi. Penelitian ini menegaskan bahwa peran ibu tunggal tidak sekadar menggantikan fungsi ayah, melainkan secara terukur menciptakan lingkungan emosional baru yang memungkinkan remaja untuk tetap tumbuh mandiri meskipun berada di tengah kondisi keluarga yang tidak utuh.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Septiana Rizkia, S., & Asih Kuswardinah. (2026). Peran Ibu Tunggal dalam Pembentukan Kemandirian Emosional Remaja dengan Fatherless Syndrome. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 5(3), 7530–7542. https://doi.org/10.56799/peshum.v5i3.16840
Section
Articles

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.