Upaya Menuju Resiliensi Pada Perempuan Yang Mengalami Toxic Relationship Dalam Pernikahan
Main Article Content
Abstract
Toxic Relationship merupakan hubungan yang mengandung perilaku negatif yang terjadi secara berulang dan menimbulkan dampak negatif pada korbannya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya perilaku toxic relationship, bentuk perilaku toxic relationship, bagaimana resiliensi dan alasan perempuan memilih bertahan dalam hubungan pernikahan yang toxic. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Responden dalam penelitian ini merupakan perempuan yang sudah menikah dan mengalami toxic relationship oleh pasangannya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab terjadinya perilaku toxic relationship yang dialami oleh responden yaitu perselingkuhan, tidak diberi nafkah, pasangan bermain game online chip, pasangan sering mabuk-mabukkan dan adanya kesalahpahaman. Adapun bentuk perilaku toxic relationship yang dialami oleh responden yaitu perselingkuhan, kekerasan fisik, verbal dan kekerasan ekonomi. Resiliensi yang dilakukan responden dalam menghadapi perilaku toxic relationship yaitu mengalah, survival dan recovery. Adapun alasan responden memilih bertahan dengan hubungan yang toxic karena anak, menganggap bahwa sudah jodoh dan takdir serta karena pasangannya memiliki keluarga yang baik dan peduli. Implikasi penelitian ini ditujukan kepada para perempuan yang sudah menikah agar dapat berpikir logis dan pandai melihat bentuk toxic relationship yang dapat terjadi dalam sebuah hubungan sehingga dapat menjalani kehidupan yang lebih positif.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.