Urgensi Pendidikan Islam Dalam Pembinaan Kemandirian dari Perspektif Imam IbnuKhaldun
Main Article Content
Abstract
Persoalan ketenagakerjaan dan tingginya angka pengangguran di Indonesia, khususnya di kalangan remaja, masih menjadi tantangan serius yang seringkali dikaitkan dengan rendahnya tingkat kemandirian dan etos kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran pendidikan Islam dalam meningkatkan kemandirian remaja sebagai solusi fundamental, menggunakan kerangka analisis teoretis dari perspektif Ibnu Khaldun. Metode yang digunakan adalah library research (studi pustaka) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, berfokus pada analisis konten (content analysis) sumber primer seperti Al-Qur'an, Hadis, dan karya monumental Ibnu Khaldun, al-Muqaddimah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif Ibnu Khaldun sangat relevan dalam pembinaan kemandirian melalui tiga aspek: (1) pembentukan rasionalitas muslim yang mengintegrasikan akal, wahyu, dan observasi empiris untuk menjauhi sikap fatalistik; (2) implementasi budaya kerja (al-'amal) sebagai ibadah dan kehormatan yang esensial bagi kemajuan peradaban (al-'umran); dan (3) pembangunan karakter gigih melalui pengembangan tingkatan akal dan pengalaman praktis (malakah). Adopsi model pendidikan Islam berbasis Ibnu Khaldun ini dapat menjadi solusi efektif dalam menjembatani kesenjangan antara tujuan pendidikan ideal dan realitas rendahnya kemandirian remaja di lapangan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.