Potret Kehidupan Sosial Masyarakat Pedesaan Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan potret kehidupan sosial masyarakat pedesaan yang tercermin dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan sosiologi sastra, penelitian ini menganalisis kondisi sosial, nilai budaya, serta kritik sosial yang direpresentasikan melalui tokoh dan peristiwa dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Dukuh Paruk hidup dalam kemiskinan struktural, keterbatasan pendidikan, serta ketergantungan kuat pada tradisi lokal, terutama tradisi ronggeng sebagai simbol budaya sekaligus praktik sosial yang memuat eksploitasi perempuan. Struktur sosial masyarakat yang hierarkis dan patriarkal membentuk relasi kuasa yang timpang antara laki-laki dan perempuan. Selain itu, peristiwa politik nasional seperti G30S turut membawa dampak signifikan terhadap kehidupan sosial masyarakat desa. Ahmad Tohari melalui narasinya menampilkan kritik sosial terhadap kemiskinan, subordinasi perempuan, dan benturan antara tradisi serta modernitas. Dengan demikian, novel ini tidak hanya menyajikan realitas sosial pedesaan, tetapi juga menghadirkan refleksi kritis terhadap kondisi sosial-budaya Indonesia.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.