Kreativitas Pengrajin Seni Ukir Rumah Joglo Sebagai Konservasi Budaya Di Desa Klumpit
Main Article Content
Abstract
Seni ukir pada rumah Joglo Kudus merupakan warisan budaya Jawa yang tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif, tetapi juga memuat nilai estetika dan filosofi yang mencerminkan pandangan hidup masyarakat setempat. Arus modernisasi yang terus berkembang berpotensi menggeser keberadaan seni ukir tradisional, sehingga diperlukan kajian mendalam sebagai upaya konservasi budaya. Penelitian ini bertujuan mengkaji kreativitas pengrajin seni ukir rumah Joglo di Desa Klumpit, Kabupaten Kudus, khususnya dalam memaknai motif ukiran serta nilai estetika-filosofis yang terkandung dalam unsur arsitektur rumah Joglo Kudus. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik triangulasi, meliputi observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan pengrajin, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif ukiran seperti nanasan jogo satru, dada peksi jogo satru, dan kathong gajah mengandung makna simbolik berupa perlindungan, keseimbangan, keberanian, serta harmoni hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan. Selain itu, unsur arsitektural seperti atap Joglo, tumpang sari, dan soko guru merepresentasikan identitas budaya lokal Kudus.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.