Membaca Respons Remaja atas Fitnah Polaroid AI: Perspektif Etika Islam di Era Digital

Main Article Content

M Daffa Isnan Effendi
Awaliyah Azzahrah Ridwan
Rahma Dinda Riyani
Rizki Maulana
Syahla Salsabila
Muhibatul Muyasyaroh
Annisa Nurfajrina

Abstract

 Penelitian ini mengeksplorasi ketidakselarasan etika digital di kalangan remaja terkait dengan fenomena "polaroid AI," yaitu gambaran fiksi dari figur publik yang dibuat tanpa izin dengan pose yang intim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun solusi etis dan peraturan yang berlandaskan prinsip Maqāṣid al-Sharī‘ah, terutama Hifz ‘Ird dan Hifz Nafs. Metodologi yang diterapkan adalah kualitatif, dengan melakukan observasi dan wawancara mendalam kepada siswa di SMAN 22 Jakarta. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran fiksi tersebut merupakan fitnah visual (buhtān) yang menerapkan framing polaroid untuk memberikan kesan autentik, dan secara mendasar melanggar prinsip Maqāṣid al-Sharī‘ah. Hasil penelitian ini menyoroti urgensi pentingnya filter yang berlandaskan agama dan regulasi yang bersifat proaktif, seperti kewajiban watermarking dan penguatan hukum hak citra, untuk menjaga keseimbangan akhlak di dunia digital.


 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Effendi, M. D. I., Ridwan, A. A., Riyani, R. D., Maulana, R., Salsabila, S., Muyasyaroh, M., & Nurfajrina, A. (2025). Membaca Respons Remaja atas Fitnah Polaroid AI: Perspektif Etika Islam di Era Digital. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 5(1), 1351–1357. https://doi.org/10.56799/peshum.v5i1.13733
Section
Articles

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.