Kerentanan Keluarga Pengemis Lansia Kabupaten Cirebon

Main Article Content

Himawan Himawan
Musahwi

Abstract

Fenomena pengemis lansia di Kabupaten Cirebon mencerminkan gejala sosial yang kompleks dan mendalam. Penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk kerentanan keluarga dan ekonomi yang dihadapi lansia yang memilih mengemis sebagai cara bertahan hidup. Dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, studi ini menelaah dinamika keluarga serta relasi sosial dan budaya yang membentuk realitas mereka. Temuan utama menunjukkan lemahnya fungsi keluarga sebagai faktor dominan. Kehilangan pasangan hidup, kurangnya dukungan anak, dan terputusnya jaringan sosial mendorong mereka ke jalanan. Teori modal sosial Pierre Bourdieu digunakan untuk menjelaskan keterbatasan modal sosial, ekonomi, budaya, serta habitus yang telah terbentuk sejak lama. Lansia pengemis mengalami kerentanan yang saling berkaitan dalam lima aspek: (1) Keluarga,dua dari tiga informan hidup sendiri akibat konflik keluarga; (2) Ekonomi—semua menggantungkan hidup dari mengemis yang tidak pasti; (3) Sosial,tidak tergabung dalam komunitas aktif dan mengalami stigma; (4) Budaya, keterampilan yang dimiliki tidak dimanfaatkan karena keterbatasan akses; (5) Habitus, terbiasa di ruang publik dan bergaul dalam kelompok senasib, memperkuat keterasingan dan kemiskinan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Himawan, H., & Musahwi. (2025). Kerentanan Keluarga Pengemis Lansia Kabupaten Cirebon. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 4(5), 8324–8331. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i5.11682
Section
Articles