Pengembangan Pariwisata Halal Berbasis Kearifan Lokal dan E-Commerce di Desa Wisata Religi Bongo

Main Article Content

Sayama Malabar
Jafar Lantowa
Desrika Talib

Abstract

Potensi Desa wisata religi menggambarkan potensi pariwisata halal yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, namun masih banyak wisatawan yang belum mengenal berbagai objek wisata yang ada di dalam Desa Bongo sendiri. Solusi yang ditawarkan dari masing-masing permasalahan diantaranya (1) Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam hal pengembangan desa wisata religi melalui kegiatan pengelolaan Desa Wisata berdasarkan sistem klaster, (2) Membangun kemitraan antara masyarakat (dengan Pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan program untuk pengembangan desa wisata religi dengan menyatukan semua sumber daya yang ada sehingga mempercepat proses pengembangan desa wisata, (3) Menata kembali insfrastruktur Destinasi Wisata Religi Bongo dengan konsep Desa Wisata Halal agar lokasi wisata tertata baik, religious, kondusif, edukatif, sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Hasil pelaksanaan PMM dapat membantu menyelesaikan masalah destinasi wisata rleigi Bongo. Dalam hal ini, ikon Desa Bongo sebagai Desa Wisata Religi yang perlu untuk dikembangkan menjadi pusat pariwisata halal di Provinsi Gorontalo. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan baik sosialisasi, workshop, pelatihan, dan pendampingan bagi Kelompok Sadar Wisata dan Kelompok UMKM. Semua tahapan berjalan dengan lancar dan didikung oleh berbagai pihak terutama Pemerintah Daerah, Dinas Pariwisata dan Dinas Kominfotik Provinsi Gorontalo, Pemerintah Desa, dan Mitra Pelaksanaan PMM.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Malabar, S., Lantowa, J., & Talib, D. . (2025). Pengembangan Pariwisata Halal Berbasis Kearifan Lokal dan E-Commerce di Desa Wisata Religi Bongo. Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 537–547. https://doi.org/10.56799/joongki.v4i2.8593
Section
Articles
Author Biography

Desrika Talib

Potensi Desa wisata religi menggambarkan potensi pariwisata halal yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, namun masih banyak wisatawan yang belum mengenal berbagai objek wisata yang ada di dalam Desa Bongo sendiri. Solusi yang ditawarkan dari masing-masing permasalahan diantaranya (1) Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam hal pengembangan desa wisata religi melalui kegiatan pengelolaan Desa Wisata berdasarkan sistem klaster, (2) Membangun kemitraan antara masyarakat (dengan Pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan program untuk pengembangan desa wisata religi dengan menyatukan semua sumber daya yang ada sehingga mempercepat proses pengembangan desa wisata, (3) Menata kembali insfrastruktur Destinasi Wisata Religi Bongo dengan konsep Desa Wisata Halal agar lokasi wisata tertata baik, religious, kondusif, edukatif, sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Hasil pelaksanaan PMM dapat membantu menyelesaikan masalah destinasi wisata rleigi Bongo. Dalam hal ini, ikon Desa Bongo sebagai Desa Wisata Religi yang perlu untuk dikembangkan menjadi pusat pariwisata halal di Provinsi Gorontalo. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan baik sosialisasi, workshop, pelatihan, dan pendampingan bagi Kelompok Sadar Wisata dan Kelompok UMKM. Semua tahapan berjalan dengan lancar dan didikung oleh berbagai pihak terutama Pemerintah Daerah, Dinas Pariwisata dan Dinas Kominfotik Provinsi Gorontalo, Pemerintah Desa, dan Mitra Pelaksanaan PMM.

References

Arnita, V. (2022). Pengaruh Wisata Syariah dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat di Desa Suka Jaya Batubara. ARBITRASE: Journal of Economics and Accounting. [Internet]. 2(3):207-211. Available from: DOI:10.47065/arbitrase.v3i2.440 https://djournals.com/arbitrase.

Aziwantoro J, Pauzi. . (2021). Potensi dan Prospek Wisata Halal dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas. Jurnal Bening1(8):67-83.

Destiana, R, Kismartini. (2020). Pemasaran Pariwisata Halal di Era Disrupsi: Studi Kasus Pulau Penyengat di Provinsi Kepulauan Riau. Society. [Internet]. 8 (1)278-299. Available from: https://society.fisip.ubb.ac.id

Fajar, Ni Made AP , Wayan D, Ade MA. (2021). Pengembangan Desa Wisata Taro Berbasis Digital Marketing Sosial Media. Penamas: Journal of Community Service. [Internet]. 1 (2):116-124. Available from: https://journal.nurscienceinstitute.id/index.php/penamas.

Hidayat A, Zulkifli, Jumarni. (2022). Pengaruh Media Sosial Tehadap Keputusan Pembelian Dengan Kepercayaan Sebagai Variabel Mediasi Pada Waralaba Kuliner Indonesia. Jurnal Mirai Management. 3 (7):102 – 111.

Hanifah, HS. (2021). Peran Digital Marketing Terhadap Minat Berkunjung Wisatawan dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Garut: Store Atmosfer Variabel Moderating. Jurnal Algoritma Hanifah. [Internet]. 2 (18):424-432. Available from: https://doi.org/10.33364/algoritma/v.18-2.1033

Padjuli, N, Desrika T, Anggraeni L. (2022). Pengembangan Daya Tarik Wisata Embung Dumati di Kabupaten Gorontalo. TULIP: Tulisan Ilmiah Pariwisata. 2 (5): 68-74

Ramadhani, M. (2021). Dilema Regulasi Pariwisata Halal di Indonesia. Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy. [Internet]. 1 (1):67-81.

Sayekti, NW. (2019). Strategi Pengembangan Pariwisata Halal di Indonesia. Jurnal Kajian. 3 (24):159 – 171.

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)