Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Ilmu Hadits

Main Article Content

Ifriani Ifriani
Siti Munawira
Rahmi Dewanti Palangkey

Abstract

Hadits dan sunnah sebagai sumber ajaran islam kedua setelah al-Qur’an jika dilihat dari segi periwayatan berbeda dengan al-qur’an, Dimana yang kedua setiap kali ayat-ayatnya turun, Rasulullah Saw langsung memerintahkan penulis wahyu untuk menulisnya, sementara untuk hadits nabi Saw, tidak demikian halnya. Dengan demikian lebih banyak berlangsung secara lisan dibandingkan dengan tulisan. Akibat dari larangan Rasulullah Saw secara umum kepada sahabat untuk menulis hadist sehingga khalifah umar bin abdul aziz (salah seorang khalifah bani ummayah) memandang perlunya penulisan dan pembukuan hadits-hadits nabi Saw. Dengan mempertimbangkan berbagai factor, berupa adanya kekhawatiran akan lenyapnya hadits , munculnya hadits palsu akibat pertentangan politik dan madzhab, berpencarnya para sahabat di beberapa kota, serta banyaknya diantara sahabat yang syahid dalam peperangan. Hasil dari Upaya pembukuan hadits itu telah melahirkan kitab-kitab hadits standar sebagai rujukan dalam hal pengamalan sunah Nabi Saw dalam kehidupan muslimin, serta untuk kepentingan penelitian dan pengkajian.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Ifriani, I., Munawira, S., & Palangkey, R. D. (2024). Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Ilmu Hadits. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(8), 562–573. https://doi.org/10.56799/jim.v3i8.4518
Section
Articles

References

Azami, Muhammad Mustafa. Dirasat Fi al-Hadis al-Nabawi, Terj. Mustafa Ya’qub, Hadis Nabawi dan Sejarah Kodifikasinya. Cet.I; Jakarta: PT Pustaka Firdaus, 1994

Ensiklopedi Islam, Dewan Redaksi. Suplemen Ensiklopedi Islam. Cet. IV; Jakarta : Ikhtiar Baru Van Hoeve, 1997

Ismail, M. Syhudi. Pengantar Ilmu Hadits . Cet. X; Bandung: Angkasa, 1987

Khauli, Muhammad ‘Abd al-‘Aziz. Miftah al-Sunnah aw Tarikh Funun al-Hadis (Bairut Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, t.th

Khatib, ‘Ajaj Usul al-Hadis ‘Ulumuh wa Mustalahuh. Bairut: Dar al-Fikr, 1409 H/1989

Khaeruman, Badri. Otentisitas Hadis: Studi Kritis Atas Kajian Kontemporer. Cet. I; Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2004

Mudasir , Ilmu Hadis. Cet. I ; Bandung : Pustaka Setia, 1999

Muhaimin, et.al. Kawasandan wawasan studi Islam . Cet 1 : Jakarta, Kencana, 2005

Qattan, Manna. Mabahis Fi ‘Ulum al-Qur’an. Terj. Mifdhol ‘Abd al-Rahmah, Pengantar Studi Ilmu Hadis. Cet.IV; Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2009

Rahman, Fatchur. Ikhtisar Musthalah al-Hadis . Cet. XX ; Bandung: PT Alma’arif, 1994

Ranuwijaya,Utang. Pengantar Ilmu Hadis . Cet. III; Jakarta: Gaya Media Pratama,1998

Rayyah, Muhammad Abu. Qishshatu al-Hadis al-Muhammady. Kairo: Da>r al-Khatib al-Arabi, t.th

Shiddieqy, Muhammad Hasbi. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis . Cet.I; Semarang: PT Pustaka Rizki Putra, 1997

Salih, Subhi. Ulum al-Hadis wa Must}alahuh. Terj. Tim Pustaka Firdaus, Membahas Ilmu-ilmu Hadis . Cet.VIII; Jakarta: Pustaka Firdaus, 2009

Yuslem, Nawir. Ulum al-Hadis, ed. Muhamad Ilyasa. t.tp: PT. Mutiara Sumber Widya, 2001

Zuhri, Muh. Hadis Nabi Tela’ah Historis dan Metodologis. Cet 11, Yogyakarta :Tiara wacana Yogya, 2003

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.