Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Ilmu Hadits
Main Article Content
Abstract
Hadits dan sunnah sebagai sumber ajaran islam kedua setelah al-Qur’an jika dilihat dari segi periwayatan berbeda dengan al-qur’an, Dimana yang kedua setiap kali ayat-ayatnya turun, Rasulullah Saw langsung memerintahkan penulis wahyu untuk menulisnya, sementara untuk hadits nabi Saw, tidak demikian halnya. Dengan demikian lebih banyak berlangsung secara lisan dibandingkan dengan tulisan. Akibat dari larangan Rasulullah Saw secara umum kepada sahabat untuk menulis hadist sehingga khalifah umar bin abdul aziz (salah seorang khalifah bani ummayah) memandang perlunya penulisan dan pembukuan hadits-hadits nabi Saw. Dengan mempertimbangkan berbagai factor, berupa adanya kekhawatiran akan lenyapnya hadits , munculnya hadits palsu akibat pertentangan politik dan madzhab, berpencarnya para sahabat di beberapa kota, serta banyaknya diantara sahabat yang syahid dalam peperangan. Hasil dari Upaya pembukuan hadits itu telah melahirkan kitab-kitab hadits standar sebagai rujukan dalam hal pengamalan sunah Nabi Saw dalam kehidupan muslimin, serta untuk kepentingan penelitian dan pengkajian.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Azami, Muhammad Mustafa. Dirasat Fi al-Hadis al-Nabawi, Terj. Mustafa Ya’qub, Hadis Nabawi dan Sejarah Kodifikasinya. Cet.I; Jakarta: PT Pustaka Firdaus, 1994
Ensiklopedi Islam, Dewan Redaksi. Suplemen Ensiklopedi Islam. Cet. IV; Jakarta : Ikhtiar Baru Van Hoeve, 1997
Ismail, M. Syhudi. Pengantar Ilmu Hadits . Cet. X; Bandung: Angkasa, 1987
Khauli, Muhammad ‘Abd al-‘Aziz. Miftah al-Sunnah aw Tarikh Funun al-Hadis (Bairut Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, t.th
Khatib, ‘Ajaj Usul al-Hadis ‘Ulumuh wa Mustalahuh. Bairut: Dar al-Fikr, 1409 H/1989
Khaeruman, Badri. Otentisitas Hadis: Studi Kritis Atas Kajian Kontemporer. Cet. I; Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2004
Mudasir , Ilmu Hadis. Cet. I ; Bandung : Pustaka Setia, 1999
Muhaimin, et.al. Kawasandan wawasan studi Islam . Cet 1 : Jakarta, Kencana, 2005
Qattan, Manna. Mabahis Fi ‘Ulum al-Qur’an. Terj. Mifdhol ‘Abd al-Rahmah, Pengantar Studi Ilmu Hadis. Cet.IV; Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2009
Rahman, Fatchur. Ikhtisar Musthalah al-Hadis . Cet. XX ; Bandung: PT Alma’arif, 1994
Ranuwijaya,Utang. Pengantar Ilmu Hadis . Cet. III; Jakarta: Gaya Media Pratama,1998
Rayyah, Muhammad Abu. Qishshatu al-Hadis al-Muhammady. Kairo: Da>r al-Khatib al-Arabi, t.th
Shiddieqy, Muhammad Hasbi. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis . Cet.I; Semarang: PT Pustaka Rizki Putra, 1997
Salih, Subhi. Ulum al-Hadis wa Must}alahuh. Terj. Tim Pustaka Firdaus, Membahas Ilmu-ilmu Hadis . Cet.VIII; Jakarta: Pustaka Firdaus, 2009
Yuslem, Nawir. Ulum al-Hadis, ed. Muhamad Ilyasa. t.tp: PT. Mutiara Sumber Widya, 2001
Zuhri, Muh. Hadis Nabi Tela’ah Historis dan Metodologis. Cet 11, Yogyakarta :Tiara wacana Yogya, 2003