Asosiasi Gastropoda dengan Padang Lamun di Pantai Geger, Nusa Dua, Bali
Main Article Content
Abstract
The Nusa Dua coast is an area that has a diverse ecosystem, ranging from coral reefs, mangrove forests and seagrass beds. Seagrass beds themselves play an important role in marine ecosystems and are used as shelter, foraging areas and spawning grounds for animals that live in seagrass habitats, one of which is gastropods. Gastropods have an important role in aquatic ecosystems, namely helping in the process of mechanical decomposition of organic material through their feeding activity, which will then be used by seagrass plants to carry out photosynthesis to support the growth of seagrass. The aim of this research is to analyze the community structure of Gastropods and to analyze the association between Gastropods and seagrass in the waters of Geger Beach, Nusa Dua, Bali. Samples were taken from 3 stations, station 1 was in a location next to a rocky road, station 2 was in a location where there were many fishing boats, and station 3 was in a location where there were no fishing boats. In the waters of Geger Beach, 5 types of seagrass species were found consisting of Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Cymodocea rotundata, Halophilla ovalis, and Syringodium isoetifolium. At Geger Beach, 25 families, 76 species and 276 individuals were obtained of gastropods, with a diversity (H') value of 2.10, uniformity (E) of 0.59, and dominance (D) of 0.19. These results indicate that the Gastropod structure at Geger Beach is in a stable condition. The association between Gastropods and seagrass beds is dominated by associations with a very low category, which has an association value of <0.22 for 295 species. This is thought to be due to the low number of species appearing and the existence of competition between the two species at the observation location.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Assa JD, Wagey BT, dan Boneka FB. (2015). Jenis-Jenis Ikan di Padang Lamun Pantai Tongkaina. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis. 2(1): 53-61.
Aswin HM. (2022). Asosiasi Gastropoda dan Lamun di Perairan Pantai Ketapang, Desa Batu Menyan, Kabupaten Pesawaran, Lampung. [Skripsi]. Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.
Ayu DM, Ary SM, and Rivanna CR. (2015). Keanekaragaman Gastropoda Sebagai Bioindikator Pencemaran Lindi TPA Jatibarang di Sungai Kreo Kota Semarang. Dalam Prosiding Seminar Nasional XII Pendidikan Biologi FKIP UNS 2015, (pp. 468-481).
Bahrujuansa PR. (2022). Struktur Komunitas Makrozoobentos pada Habitat Mangrove, Lamun dan Terumbu Karang di Teluk Gilimanuk, Bali. [Skripsi]. Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana, Bali.
Batuwael AW, dan Rumahlatu D. (2018). Asosiasi Gastropoda dengan Tumbuhan Lamun di Perairan Negeri Tiouw, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal biopendix. 4(2): 109-116.
Bratakusuma N, et al,. (2013). Komposisi Jenis, Kerapatan dan Tingkat Kemerataan Lamun di Desa Otiola Kecamatan Ponelo Kepulauan Kabupaten Gorontalo Utara. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 3(1).
Delly W, dan Diana TL. (2015). Asosiasi Protoreaster nodosus dengan Lamun (Seagrass) di Perairan Pantai Tanjung Metiella Negeri Liang Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Universitas Pattimura; Acta Aquatica 2(1), 8-10.
Dewi KP, Tri NR, dan Karniawati RK. (2017). Asosiasi Makroalga dengan Gastropoda pada Zona Intertidal Pantai Pananjung Pangandaran. Jurnal Biodjati. Volume 2 Nomor 2: 107-114.
Dietriech Bengen, Prof. Dr. Ir. G. (2000). Sinopsis Teknik Pengambilan Contoh dan Analisa Data Biofisik Sumberdaya Pesisir.
Duwi AM, Watiniasih NL, dan Wayan DKI. (2021). Kerapatan Lamun (Seagrass) dan Kelimpahan Makrozoobenthos di Perairan Pantai Mengiat Nusa Dua, Bali. Jurnal Bumi Lestari. Volume 21 Nomor 2: 1-11.
Fachrul MF. (2007). Metode Sampling Ekologi. Jakarta, Indonesia: Bumi Aksara.
Fadli N, Setiawan I, dan Fadhilah N. (2012). Keragaman Makrozoobenthos di Perairan Kuala Gigieng, Kabupaten Aceh. Jurnal Depik. Volume 1 Nomor 1: 73-78.
Faiqoh E, Wiyanto DW, dan Astrawan, IGB. (2017). Peran Padang Lamun Selatan Bali sebagai Pendukung Kelimpahan Ikan di Perairan Bali. Journal of Marine Aquatic Science. Volume 3 Nomor 1: 10-18.
Hasniar ML. (2013). Biodiversitas Gastropoda di Padang Lamun Perairan Mara’bombang Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan. Torani (Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan) Volume 23 Nomor 3: 127-136.
Hitalessy RB, Leksono AS, dan Herawati EY. (2015). Struktur Komunitas dan Asosiasi Gastropoda dengan Tumbuhan Lamun di Perairan Pesisir Lamongan Jawa Timur. J-PAL. 6, (1), 64-73.
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 200. 2004. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 200 Tentang Kriteria Baku Kerusakan dan Pedoman Penentuan Status Padang Lamun Lampiran III Pedoman Penentuan Status Padang Lamun.
Keputusan Mentri Nomor 51 tahun 2004. Tentang Baku Mutu Air Laut Untuk Biota Laut.
Kordi MGH, dan Tancung. (2007). Pengelolaan Kualitas Air dalam Budidaya Perairan. Rineka Cipta. Jakarta. 200pp.
Laharja KAK. (2016). Asosiasi Moluska Benthik dengan Lamun di Perairan Pulau Serangan, Bali. [Skripsi]. Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana, Bali.
Maharani NPS, Luh WN, and Putu WKDA. (2021). Struktur Komunitas Makroalga di Pantai Geger dan Pantai Mengening Kabupaten Badung. SIMBIOSIS 9(1):51.
Marbun F. (2017). Asosiasi Gastropoda dengan Lamun di Perairan Kampung Bugis Kabupaten Bintan. [Skripsi]. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji. Tanjungpinang.
Mardatila S, Nurdin J. (2016). Kepadatan, Keanekaragaman dan Pola Distribusi Gastropoda di Danau Diatas, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Padang, Sumatera Barat. Vol. 10.
Mudjiono. (2009). Telaah komunitas moluska di rataan terumbu (Reef flat) perairan Kepulauan Natuna Besar, Kabupaten Natuna. Oseanologi dan Limnologi Indonesia. 35(2),147-160.
Nugroho KDC, dan Irwani AS. (2012). Struktur Komunitas Gastropoda di Perairan Pesisir Kecamatan Genuk Kota Semarang. Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Kampus Tembalang, Semarang. Journal of Marine Research. 1(1),100-109.
Nybakken JW, and Muhammad EH. (2000). Biologi Laut; Suatu Pendekatan Ekologis. Terjemahan dari Marine Biology and Ecology Oleh Eidman, M. Koesoebiono. Vol. 15. Cet 2. Jakarta: Gramedia.
Odum, E.P. (1993). Dasar-Dasar Ekologi. Terjemahan Tjahjono Samingan. Yogyakarta: Gajah Mada University press.
Peterson JB, and Heck KL. (2001). Positive Interacions Between Suspension-Feeding Bivalves and Seagrass-a Facultative mutualisme. Marrine Ecology Progres Series 213:143-145.
Rahadiarta KVSI, Dewa Nyoman NPI, and Suteja Y. (2018). Simpanan Karbon Pada Padang Lamun Di Kawasan Pantai Mengiat, Nusa Dua Bali. Journal of Marine and Aquatic Sciences 5(1):1.
Robin A. 2008. Encyclopedia of Marine Gastropods. 1st ed.
Romimohtarto K, dan Juwana S. (2001). Biologi Laut Ilmu Pengetahuan Tentang Biota Laut. Jakarta: Djambatan
Romimohtarto, Kasijan, and Juwana S. (2005). Biologi Laut: Ilmu Pengetahuan tentang Biota Laut. Vol. 12. Cet 2. Jakarta: Djambatan.
Saleh S, Hafids OA, dan Nursinar S. (2017). Struktur Komunitas Gastropoda pada Ekosistem Lamun di Desa Dudepo. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. Volume 5 Nomor 3: 68-77.
Sara WIM, Ernawati NM, and Ayu PM. (2019). Keanekaragaman Lamun dan Makrozoobentos Sebagai Indikator Kondisi Perairan Pantai Sindhu, Sanur, Bali. Bali
Sari et al,. 2019. Asosiasi Gastropoda dengan Lamun (Seagrass) di Perairan Pulau Tangkil Lampung. Jurnal Penelitian Sains. 21(3): 131-139.
Saripantung et al,. (2013). Struktur Komunitas Gastropoda di Hamparan Lamun Daerah Intertidal Kelurahan Tongkeina Kota Manado. Journal Ilmiah Platax, 1(3): 103.
Satria M. (2014). Keanekaragaman dan Distribusi Gastropoda di perairan Desa Berakil Kabupaten Bintan. [Skripsi]. Sarjana pada Fakultas Kelautan dan Perikanan UMRAH Tanjung pinang: tidak diterbitkan.
Sianu NE, Sahami FM, dan Kasim F. (2014). Keanekaragaman dan Asosiasi Gastropoda dengan Ekosistem Lamundi Perairan Teluk Tomini. Nike: Ilmiah Perikanan dan Kelautan. Volume 2 Nomor 4: 156-163.
Sinyo. (2013). Studi Kepadatan dan Keanekaragaman Jenis Organisme Bentos pada Daerah Padang Lamun di Perairan Pantai Kelurahan Kastela Kecamatan Pulau Ternate. [Tesis]. Unkhair Ternate.
Surya IG, Deny SY, and Devi U. (2016). Asosiasi Makrozoobentos pada Padang Lamun di Pantai Merta Segara Sanur, Bali. Universitas Udayana, Badung, Bali.
Tuapattinaya PMJ. (2014). Hubungan Faktor Fisika dan Kimia Lingkungan dengan Keanekaragaman Lamun (Seagrass) di Perairan Pantai Desa Suli. Biologi Science dan Education. 3(1): 1-14.
Turra A, and Denadai MR. (2006). Microhabitat use by Two Rocky Shore Gastropods in an Intertidal Sandy Substrate with Rocky Fragments. Vol. 66. Brazil.
Yulianda, F. (2013). Zonation and Density of Intertidal Communities at CoastalArea of Batu Hijau, Sumbawa. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. Volume 2 Nomor 2: 409-416.
Yusuf RR et al,. (2019). Inventarisasi Jenis-Jenis Lamun (Seagrass) dan Asosiasinya dengan Gastropoda di Perairan Pantai Desa Poka Kecamatan Teluk Ambon, Provinsi Maluku. Jurnal Biologi, 2(1), pp 010-019.