Bentuk Penyajian Rapai Bubee di Mee Pangwa Trienggadeng Pidie Jaya Provinsi Aceh
Main Article Content
Abstract
This research is entirled “forms of serving Rapai Bubee in Gampong Mee Pangwa, Trienggadeng District, Pidie Jaya Regency”. Raising the issue of Rapai Bubee’s from of direction. The approach taken in this research uses a qualitative approach with descriptive research type. The data collection rechniques used were and decumentation. In terms of form, what is meant by from of presentation means that from is a fundamental element of a perfomance. These elements include artists, musical instruments, custumes and make-up, the songs presented, the perfomance venus and audience. In the presentation of Rapai Bubee, it is played by 18 people consisting of 14 musicians (Rapai musicians), 1 caliph, 2 sheikhs (the caliph and sheikh performance consists of four stages, namely Sapa, Sapa for the people of Aceh is the initial process of cummunication used to build trlationships, Saleum, Saleum is a term in Acehnese which means greeting. Bala Pari, Bala Pari is the third stage in the Rapai Bubee performance. Bala means disaster while Pari is the name for spirits or jin Lhee’s behavior. Lhee’s behavior is a rapai shot played with a slightly fast stroke tempo.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Afni, Nurul. 2019. “Pertunjukan Rapai Bubѐe Di Kabupaten Pidie Jaya”. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Syiah Kuala Darussalam. Banda Aceh.
Anzar, Syarif Cut. 2019. “Bentuk Penyajian Pertunjukan Musik Komunitas Perkusi Barang Bekas (koper B’Kas) Fakultas Teknik Unsyiah”. Skrips. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala Darussalam. Banda Aceh.
Azizah, Irfa. 2015. “Bentuk Penyajian Rapai Tuha Di Desa Ujong Fatihah Kabupaten Raya”. Skripsi. Banda Aceh: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala Darussalam. Banda Aceh.
Ezmir. 2011. Analisis Data. Jakarta: PT Raja Grafindo persada. Jakarta.
Fitriani, Desi. 2012. “Bentuk Penyajian dan Bentuk Musik Rapai Pasee Pada Masyarakat Aceh Di Gampong Awe Kecamatan Syamtalira Kabupaten Aceh Utara”. Skripsi. Banda Aceh: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala Darussalam. Banda Aceh.
Jazuli, M. 2008 Pendidikan Seni Budaya. Semarang: Unnes Press.
Jazuli, Muhtar. 2010. “Bentuk dan Fungsi Pertunjukan Musik Kasidah Modern Eliksida di Desa Getas Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal”. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.
Margono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Maryono. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Marzuwan, ddk. 2019. Seni Tari Rapai Bubee Pidie Jaya. Bravo Darussalam.
Mustakim, Toni. 2016. Fungsi dan Bentuk Penyajian Musik Doalak di Masyarakat Hardimulyo, Kec Kalingesing, Purwerejo, Skripsi. Yogyakarta. Universitas Negeri Yogjakarta.
Moleong. 2011. Metode Penelitian. Bandung: Arfabeta.
Nazmudin, Achmad, Dindin. 2013. “Analisis Fungsi Sosial Budaya dan Struktur Musik Kesenian Rapai Geleng Di Kota Banda Aceh”. Tesis. Sumatera Utara: Jurusan Penciptaan dan Pengkajian Seni, Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Pratomo, Rizki, Dian. 2015. “Analisis Bentuk Struktur Lagu dan Pola Aransemen Pada Band Be Seven Steady Di Semarang”. Skripsi. Semarang: Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semerang. Semarang.
Poerwadarmita, W. J. S. 2002. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Sanjaya, Wina. 2013. Penelitian Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Sofyan, Erlinda dkk. 2018. Alat Musik Aceh Ragam dan Kesenianya. Banda Aceh: Biro Keistimewaan dan Kesra Sekretariat Daerah Aceh.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian. Bandung: Alfabeta.
_________. 2012. Metodelogi Penelitian Kuantitatif, Kuantitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
__________. 2013. Metodelogi Penelitian Kuantitatif, Kuantitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sulaiman, Budiman. 1990. Sistem Sapaan Dalam Bahasa Aceh. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Susanti, Arumsari Fajar. 2009. “Bentuk Penyajian Kesenian Rebana Grup Asyifa di Dusun Gaberan Desa Kaliwulh Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo”. Skripsi. Universitas Negeri Semarang
Susetyo, bagus. 2009. Kajian Seni Pertunjukan. Semarang. Unnes Press: Pustaka Pelajaran .
Tini. (2015). “Bentuk Penyajian Dan Fungsi Musik Tradisional Badendo Suku Dayak Kanayat Di Kalimantan Barat”. Skripsi. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogjakarta.