Hasil Pemeriksaan Kadar Trigliserida Dan Kolesterol Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi

Main Article Content

Winda Retno Gumilar

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah salah satu penyakit degenerative, akibat fungsi dan struktur jaringan ataupun organ tubuh secara bertahap menurun dari waktu ke waktu karena usia ataupun gaya hidup yang dipilih. Penderita diabetes melitus tipe 2 umumnya adalah pasien yang berusia 45 tahun keatas Hasil penelitian mengatakan bahwa resiko perkembangan Diabetes melitus, kemungkinan berkaitan dengan konsumsi makanan tinggi energi, kurangnya aktifitas fisik dan olahraga dalam jangka waktu yang lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil nilai hasil pemeriksaan kadar trigliserida dan kolesterol pada penderita diabetes melitus tipe 2 di RS Efarina Etaham Berastagi.  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional deskriptif pemeriksaan kadar trigliserida dan kolesterol pada penderita diabetes melitus tipe 2. Hasil nilai kadar trigliserida pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi dengan 20 orang responden menunjukan hasil bahwa sebanyak 15 orang memiliki hasil trigliserida tinggi dan diambang batas sebanyak 5 orang responden memiliki kadar trigliserida normal.Hasil kadar kolesterol pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi dengan 20 orang responden menunjukan hasil bahwa sebanyak 12 orang memiliki kadar kolesterol normal, dan sebnyak 8 orang memiliki kadar kolesterol diambang batas dan tinggi.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Winda Retno Gumilar. (2022). Hasil Pemeriksaan Kadar Trigliserida Dan Kolesterol Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(5), 1031–1038. Retrieved from https://www.ulilalbabinstitute.id/index.php/JIM/article/view/228
Section
Articles

References

Baras, Faisal. (2003). Mencegah jantung dengan Menekan kolesterol. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Fauzih dan Suryanto. (2012). Perbedaan Kadar Gluloksa Darah Terhadap Hyepertrilyceridemia Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Tidak Terkontrol . Fakultas Kedokteran dan Ilum Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Gustaviani R, (2006). Diagnosis dan Klasifikasi Diabetes Mellitus. Dalam: Aru W, dkk,2006. Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi IV. Jakarta: Penerbit FK UI

(http//eprint.umpo.ac.id diakses tanggal 19 juni 2019)

http// repository.unimas.ac.id tanggal akses 19 juni 2019

PERKENI, (2015), Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia, PERKENI, Jakarta.

Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar). (2007). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, DEPKES RI

Turoan, (2012), Hubungan antara konsumsi karbohidrat dan kolesterol terhadap glukosa darah

Wibowo, (2009). Gambaran Pemeriksaan Kadar Trigliserida Pada Mahasiswa Semester IV Diploma III Analis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang.

Word health organization, (2014), Diabetes melitus in fact. Word health organization: Geneva.