Pola Komunikasi Antara Guru dan Peserta Didik di Era kemajuan Media Sosial

Main Article Content

mujiburrohman mujiburrohman
Widodo Widodo

Abstract

Seorang Guru memiliki peranan yang penting dalam proses pembelajaran, di antaranya adalah: 1) guru merupakan sumber belajar, yaitu tentang kemampuan penguasaan materi pembelajaran. 2) guru merupakan fasilitator dalam memberikan materi pelajaran agar peserta didik mudah dalam menangkap pembelajaran. 3) guru merupakan pengelola yang bisa mengendalikan situasi pembelajaran. 4) guru merupakan demonstrator, yaitu seseorang yang bisa menjadi panutan yang baik bagi para peserta didik. 5) guru merupakan pembimbing dan bisa mengarahkan peserta didik. 6) guru merupakan motivator yang baik untuk membangkitkan semangat peserta didiknya. 7) guru merupakan elevator yang bisa memberikan evaluasi terhadap hasil pembelajaran. Peran yang begitu besar tersebut seharusnya menjadi motivasi bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuannya dalam bidang teknologi informasi. Hal itu diperlukan karena adanya perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat yang mana hal ini juga diikuti para peserta didik. Namun apabila para guru tidak mengikuti perkembangan tersebut maka yang terjadi adalah adanya kesenjangan dan ketidak cocokan antara keinginan para peserta didik dengan apa yang dilakukan oleh guru. Hal ini bisa berdampak pada pola atau model komunikasi yang tidak nyambung, sehingga bisa menjadi faktor penyebab tidak tercapainya tujuan pendidikan yang sudah direncanakan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
mujiburrohman, mujiburrohman, & Widodo, W. (2023). Pola Komunikasi Antara Guru dan Peserta Didik di Era kemajuan Media Sosial. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(9), 4021–4028. https://doi.org/10.56799/jim.v2i9.2079
Section
Articles

References

Bennett. (1993). Knowledge Bases for Learning To Teach. Dalam N. Bannett & C. Carre (Eds.), Learning to teach (h. 1-17). New York: Routledge.

Depdikbud. (2004). Seri Kebijaksanaan Depdikbud: Sistem Pengadaan, Pemanfaatan dan Pembinaan Guru.

Geddis, Et. Al. (1994). Transforming Content Knowledge: Learning to Teach about Isotopes. Science Educational, 77, 6, 575-591.

Mochtar, Buchori. (1996). Transformasi Pendidikan. Pustaka Sinar Harapan.

Reza, Aulia. (2003). Reformasi Pendidikan: Langkah-Langkah Pembaharuan dan Pemberdayaan Pendidikan Dalam rangka Desentralisasi Sistem Pendidikan Indonesia.

Sugiyanto. (2006). Menampung Anak Usia Sekolah: Antara Target dan Kemampuan”Prisma No.2.Th.V.Jakarta. LP3S. Yogyakarta: Lappera Pustaka Utama.

Widi, Agustian. Hilangnya Sopan Santun Siswa. Okezone. 2018. Diakses pada Selas, 16 Mei 2023 pukul 10.20 wib. https://edukasi.okezone.com/read/2018/12/05/65/1987099/hilangnya-sopan-santun-siswa

Rahayu, Suci S. Sejarah Pendidikan Indonesia Dari Masa Ke Masa Membentuk Karakter Pribadi Pribumi Bangsa. 2020. Di akses pada hari Rabu, 17 Mei 2023 Pukul 10.29 wib.