Optimalisasi Fungsi Treasury Daerah Dalam Menjaga Likuiditas dan Kualitas Belanja APBD di Pemerintah Daerah DI DIY
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini dilandasi oleh urgensi fungsi treasury daerah dalam menjaga likuiditas dan meningkatkan kualitas belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Tujuannya untuk menganalisis pengaruh optimalisasi fungsi treasury (X1) dan manajemen kas (X2) terhadap likuiditas daerah (Y1), serta implikasinya terhadap kualitas belanja APBD (Y2) pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKA) Daerah Istimewa Yogyakarta. Pendekatan yang digunakan adalah mixed methods dengan desain explanatory sequential, diawali dengan survei kuantitatif terhadap 60 responden melalui purposive sampling dan dianalisis menggunakan SEM-PLS, kemudian diperdalam melalui pendekatan etnometodologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi fungsi treasury dan manajemen kas berpengaruh positif dan signifikan terhadap likuiditas daerah. Likuiditas daerah juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas belanja APBD. Kedua variabel tersebut tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kualitas belanja, sehingga likuiditas berperan sebagai variabel mediasi utama. Temuan kualitatif mengungkap pengelolaan likuiditas tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga dipengaruhi oleh praktik sosial aparatur melalui penyesuaian situasional, refleksi kondisi kas, dan penggunaan pengetahuan praktis. Sehingga kualitas belanja APBD ditentukan oleh kemampuan menjaga likuiditas secara optimal melalui integrasi sistem dan praktik adaptif dalam organisasi.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.