Pola Hidup Sehat melalui Puasa dalam Perspektif Sains

Main Article Content

Nasywa Yunida`'Afah
Syafiin

Abstract

Puasa merupakan salah satu ibadah yang memiliki dimensi spiritual sekaligus kesehatan, sehingga relevan untuk dikaji dalam perspektif keislaman dan sains modern. Di tengah gaya hidup modern yang cenderung konsumtif serta meningkatnya berbagai permasalahan kesehatan fisik dan mental, puasa dipandang tidak hanya sebagai bentuk ketaatan religius, tetapi juga sebagai sarana pemeliharaan kesehatan yang bersifat holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat puasa sebagai instrumen kesehatan menyeluruh yang mengintegrasikan aspek fisik dan spiritual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh dari sumber primer berupa Al-Qur’an dan Hadis, serta sumber sekunder berupa artikel ilmiah dan literatur akademik di bidang kesehatan, kedokteran, dan psikologi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi dengan membandingkan temuan-temuan ilmiah kontemporer dan konsep kesehatan dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perspektif medis, puasa berkontribusi terhadap aktivasi mekanisme autofagi, regulasi hormon kortisol, perbaikan fungsi metabolisme, serta peningkatan keseimbangan fisiologis tubuh. Sementara itu, dari perspektif spiritual, puasa berperan sebagai sarana tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), pengendalian diri, dan pembentukan karakter yang berorientasi pada pencapaian ketakwaan. Temuan penelitian menunjukkan adanya keselarasan antara konsep sehat-afiat dalam Islam dengan berbagai hasil penelitian ilmiah modern mengenai manfaat puasa bagi kesehatan. Penelitian ini menegaskan bahwa puasa merupakan praktik yang tidak hanya mendukung kesehatan biologis, tetapi juga memperkuat kesejahteraan psikologis dan spiritual, sehingga berkontribusi pada terciptanya kualitas hidup manusia yang lebih seimbang dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Yunida`’Afah, N., & Syafiin, S. (2026). Pola Hidup Sehat melalui Puasa dalam Perspektif Sains. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(7), 2836–2854. https://doi.org/10.56799/jim.v5i7.18898
Section
Articles

References

Afiliani, L. (2021). Konsep pola makan sehat dalam pandangan Islam. Pengetahuan Gizi & Psikologi, 49.

Afwadzi, B., & Alifah, N. (2017). Waktu puasa Arafah perspektif Muhammad bin Shalih Al-'Utsaymin: Telaah kajian hukum Islam dan astronomi Islam. Ulul Albab, 18(2), 161–183. https://repository.uin-malang.ac.id/2337/

Al-Barha, N. S., & Aljaloud, K. S. (2019). The effect of Ramadan fasting on body composition and metabolic syndrome in apparently healthy men. American Journal of Men's Health, 13(1). https://doi.org/10.1177/1557988318816925

Amalia, A. L., Hegemur, H. D., & Al-Mumtazah, Y. N. (2023). Keterkaitan antara puasa dan kesehatan mental bagi masyarakat dalam perspektif Islam. Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 2(6), 799–808.

Amanda, N. D., Nurhidayah, T. M., & Ramadhani, T. Y. (2023). Menjaga kesehatan tubuh dalam perspektif Islam. Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 2(5), 373–380.

Attansyah, M. R., Laksana, S. D., et al. (2023). Pola hidup sehat dan relevansinya dengan ibadah perspektif pendidikan Islam. Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 7(1), 62–75.

Baumeister, R. F., & Tierney, J. (2011). Willpower: Rediscovering the greatest human strength. Penguin Books.

Cahyono, N. A. S., & Fathan, M. N. (2023). Pengaruh puasa terhadap kesehatan tubuh, kesehatan mental, dan prestasi belajar. Islamic Education, 1(4), 71–84.

Fitriani, N. N., & Maulida, A. A. (2023). Mengatur pola hidup sehat dengan berpuasa menurut ajaran Islam. Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 1(6), 720–728.

Hawari, A. (2015). Puasa berdasarkan perspektif psikologi. Retrieved from https://student-activity.binus.ac.id/himpsiko/2015/07/puasa-menurut-perspektif-psikologi/

Khairani, M. D. (2020). Perilaku hidup bersih dan sehat: Perspektif Al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Journal of Darussalam Islamic Studies, 1(1), 31–44.

Khodijah, S. (2023). Manfaat puasa dalam perspektif Islam dan sains. Nihaiyyat: Journal of Islamic Interdisciplinary Studies, 2(1), 35–44.

Kunmiati, M. (2025). Manfaat puasa dalam perspektif medis dan Islam. Jurnal Inovasi Pembangunan, 2(1), 14–15.

Longo, V. D. (n.d.). Penelitian manfaat puasa: Dari menyehatkan kulit hingga memperpanjang umur. Retrieved from https://gitacinta.com/penelitian-manfaat-puasa-dari-menyehatkan-kulit-hingga-memperpanjang-umur.htm

Ma’rifatullah, A. (2011). Psikologi dakwah: Terapi religius sebagai metode dakwah alternatif.

Mattson, M. (2011). Manfaat puasa untuk kesehatan tubuh. Retrieved from https://jurnalscience.blogspot.com/2011/08/manfaat-puasa-untuk-kesehatan-tubuh.html

Nain, S., Jain, A., & Kumar, K. (2020). Intermittent fasting (IF): An approach to a healthy body. Journal of Biological Engineering Research and Review, 7(1), 24–32.

Nikolayev, Y. (2011). Manfaat puasa untuk kesehatan tubuh. Retrieved from https://jurnalscience.blogspot.com/2011/08/manfaat-puasa-untuk-kesehatan-tubuh.html

Rohkuswara, T. D., & Syarif, S. (2017). Hubungan obesitas dengan kejadian hipertensi derajat 1 di Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandung tahun 2016. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 1(2).

Subrata, S. A., & Dewi, M. V. (2017). Puasa Ramadan dalam perspektif kesehatan: Literatur review. Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 15(2), 241–262.

Tamim, M. (2017). The psychology of self-control and the potential benefits of fasting. Retrieved from https://www.cilecenter.org/resources/articles-essays/psychology-self-control-and-potential-benefits-fasting

Yahman, S. A. (2010). Puasa: Pengendalian diri untuk kesehatan jiwa. Retrieved from http://solehamini.blogspot.com/2010/05/ritual-puasa-bagi-umat-islam-adalah.html

Yulianti, A. P., & Kosasih, A. (2026). Puasa Ramadan sebagai terapi kesehatan fisik dan mental: Kajian literatur dari perspektif Islam dan sains modern. Jurnal Studi dan Pemikiran Islam, 4(2), 51–52.