Nilai-Nilai Pada Ritus Maplengkungan dalam Upacara Metatagama di Banjar Selat Tengah, Desa Selat, Bangli
Main Article Content
Abstract
Ritus Maplengkungan dalam Upacara Metatagama merupakan ritus perang simbolik yang melibatkan 40 dari 52 orang yang tergabung dalam Ketekan Ulu Apad (Krama Bale Agung). Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai-nilai yang terdapat dalam ritus Maplengkungan di Banjar Selat Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi dimana teknik pengumpulan data di dapatkan melalui observasi, wawancara, studi pustaka dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam buah nilai yang terkandung dalam ritus Maplengkungan yaitu, 1) Nilai Religi, 2) Nilai Solidaritas, 3) Nilai Gender, 4) Nilai Seni, 5) Nilai Kepahlawanan, 6) Nilai Ekologi. Keenam nilai ini dianalisis menggunakan teori fungsionalisme struktutral Radcliffe-Brown. Namun, perkembangan modernisasi seringkali menjadi ancaman bagi tradisi lokal, sehingga pengungkapan serta pemahaman nilai-nilai dalam ritus belum dipahami secara pasti dan menyeluruh oleh sebagian masyarakat terutama generasi muda Banjar Selat Tengah. Oleh karena itu, pengungkapan nilai-nilai ini penting dilakukan untuk menjaga keberadaan serta eksistensi keenam nilai tersebut dalam ritus Maplengkungan di masa yang akan datang.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Aridiantari, P., Lasmawan, I. W., & Suastika, I. N. (2020). Eksistensi tradisi dan budaya masyarakat Bali Aga pada era globalisasi di Desa Trunyan. Ganesha Civic Education Journal, 2(2), 67-80.
Bekti, B. G. K. (2022). Tradisi Reog Ponorogo sebagai budaya penguat jati diri bangsa. Jurnal Budaya Nusantara, 5(2), 75-82.
Butler, J., & Trouble, G. (1990). Feminism and the Subversion of Identity. Gender trouble, 3(1), 3-17.
Clifford, G. (1983). Abangan, Santri, Priyayi dalam masyarakat Jawa. Jakarta: Pustaka Jaya.
Fathoni, T. (2024). Konsep solidaritas sosial dalam masyarakat modern perspektif Émile Durkheim: The concept of social solidarity in modern society: Émile Durkheim's perspective. Journal of Community Development and Disaster Management, 6(2), 129-147.
Giddens, A. (1991). Central problems in social theory: Action, structure, and contradiction in social analysis (Vol. 241). Univ of California Press.
Guna Yasa. (2025, Oktober 12). Ritus Maplengkungan dan Semburat Kenangan. Diambil kembali dari Bebaturan.id: Ritus Maplengkungan dan Semburat Kenangan - Bebaturan.id
H.M Ridlwan, Nasir. (2007). Mazab-Mazab Antropologi. Yogyakarta: Penerbit LKIS. Halaman 33.
Ida Bagus Oka Windhu, B. D. (1984). Permainan Rakyat Daerah Bali (hal. 66). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. https://repositori.kemendikdasmen.go.id/27910/2/PERMAINAN%20RAKYAT%20DAERAH%20BALI%201984.pdf
Koentjaraningrat. (1985). Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan (hal. 9). Jakarta, Indonesia: PT Gramedia.
Koentjaraningrat. (1985). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Koentjaraningrat. (1992). Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta: PT Dian Rakyat.
Kusuma, I. M. (2020). Kepemimpinan Ulu Apad Di Desa Pakraman Selulung Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli. Pariksa-Jurnal Hukum Agama Hindu STAHN Mpu Kuturan Singaraja, 96-108.
Mead, M. (1963). Sex and temperament in three primitive societies (Vol. 370). New York: Morrow.
Putra, M. A. H., Handy, M. R. N., Subiyakto, B., Rusmaniah, R., & Norhayati, N. (2022). Identifikasi Nilai Budaya Masyarakat Sungai Jelai Basirih Selatan Sebagai Sumber Belajar IPS. Publikasi Berkala Pendidikan Ilmu Sosial, 2(2).
Radcliffe-Brown, A.R. 1952. Structure and Function in Primitive Society. Illinois: The Free Press.
Ratnata, I Wayan. 2020. Ritus Upacara Matatagama Pada Piodalan Sasih Kapat di Banjar Selat Tengah, Desa Selat, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli (Kajian Pendidikan Agama Hindu). (Tesis). IHDN Denpasar, Denpasar.
Reuter, T. (2018). Rumah leluhur kami: Kelebihdahuluan dan dualisme dalam masyarakat Bali dataran tinggi. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Reuter, T. A. (2005). Custodians of the sacred mountains: budaya dan masyarakat di pegunungan Bali. Yayasan Obor Indonesia.
Riyanto, F. E. A., & Adon, M. J. (2024). Keseimbangan Alam dan Manusia: Menyibak Nilai-Nilai Ekologis Budaya Suku Dayak Krio Berdasarkan Perspektif Ekologi Thomas Berry. Jurnal Batavia, 1(3), 145-158.
Spradley, J. P. (2006). Metode Etnografi (Kedua ed.). (M. Dr. Amri Marzali, Penyunt., & M. Z. Elizabeth, Penerj.) Yogyakarta: Tiara Wacana.
Subawa, I. B. G. (2024). Agama Hindu dan Budaya Bali: Warisan Luhur dalam Kehidupan Modern. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 7(4), 104-113.