Menghidupkan Tradisi di Ruang Kelas: Eksistensi Subak sebagai Media Pembelajaran Antropologi Budaya
Main Article Content
Abstract
Subak merupakan organisasi pengairan tradisional yang merepresentasikan kearifan lokal masyarakat Bali dalam menjaga keselarasan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan (Tri Hita Karana). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Subak sebagai media pembelajaran Antropologi Budaya dalam meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kearifan lokal guna mendukung pelestarian eksistensi Subak di era modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi literatur (library research). Data dikumpulkan melalui penelusuran berbagai sumber pustaka relevan yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Subak memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran holistik yang mencakup lima domain utama: sistem sosial, ekonomi, religi, ekologi budaya, dan perubahan sosial. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi Subak ke dalam Kurikulum Merdeka, khususnya melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), merupakan langkah strategis untuk menanamkan karakter gotong royong dan tanggung jawab. Penguatan literasi budaya berbasis Subak tidak hanya meningkatkan kecerdasan intelektual siswa, tetapi juga menjadi instrumen krusial dalam menjaga ketahanan budaya Bali dari ancaman disrupsi global.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Burden, P.R. and Byrd, D.M. 1999. Methods for Effective Teaching. Boston: Allyn & Bacon.
Geria, I Made, et.al. 2019. Subak Sebagai Benteng Konservasi Peradaban Bali. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi, Vol. 37, No. 1 (hlm. 39-54).
Miles, M.B, & Huberman, A.M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook.Thousand Oak: Sage Publications.
Rose, C. & Nicholl M.J. 1997. Accelerated Learning for the 21st Century (Cara Belajar Cepat abad XXI). Terjemahan Dedy Ahimsa. 2002. Bandung: Nuansa.
Sirtha, N. 2008. Subak: Konsep Pertanian Religius, Perspektif Hukum, Budaya dan Agama Hindu. Surabaya: Paramita.
Smaldino, S.E., Lowther, D.L., and Russell, J.D. 2008. Instructional Technology & Media for Learning (Teknologi Pembelajaran dan Media untuk Belajar), Terjemahan arif Rahman. 2011. Jakarta: Kencana.
Sriartha, I Putu, and Sri Rum Giyarsih, Spatial Zonation Model of Local Irrigation System Sustainability (A Case of Subak System in Bali). Indonesian Journal of Geography 47, 142 (2015)
Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alvabeta.
Sutawan, Nyoman, Organisasi dan Manajemen Subak di Bali (Pustaka Bali Post, Denpasar, 2008)
Wigena, Ida Bagus Weda. 2019. Subak Kini dan Nanti: Sistem Subak dan Relevansinya Bagi Pendidikan. Badung, Bali: Nilacakra.
Windia, Wayan. 2018. Kebertahanan Subak di Era Globalisasi. Jurnal Bappeda Litbang, Vol. 1, No. 2 (hlm. 125-143).