Keistimewaan Surat Al-Fatihah dalam Tafsir Syekh Nawawi Al-Bantani

Main Article Content

Vira Agustina
Syafi’in Mansyur

Abstract

Studi ini menganalisis keistimewaan surat Al-Fatihah berdasarkan interpretasi Syekh Muhamad Nawawi al-Bantani yang terdapat dalam karyanya yang sangat berpengaruh, Marah Labid li kashf Ma’na al-Quran al-majid. Kajian utama dalam penelitian ini terfokus pada aspek keutamaan, struktur makna, nilai n teologis, serta dimensi spiritual yang dijelaskan oleh Syekh Nawawi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, di mana kitab Marah Labid menjadi sumber utama, sedangkan sumber tambahan meliputi literatur tafsir klasik dan modern yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Syekh Nawawi menjadikan surat Al-Fatihah sebagai umm al-kitab yang mengandung inti dari ajaran Islam: tauhid, ibadah, doa, dan moralitas. Tafsir beliau menonjolkan keseimbangan antara dimensi lahir dan batin, serta antara pemahaman tekstual dan pengalaman spiritual. Keistimewaan tafsir Al-Fatihah menurut Syekh Nawawi terletak pada kemampuannya menjalin hubungan antara tradisi tafsir klasik Timur Tengah dan konteks religius masyarakat Nusantara.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Agustina, V., & Mansyur, S. (2026). Keistimewaan Surat Al-Fatihah dalam Tafsir Syekh Nawawi Al-Bantani. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(3), 374–390. https://doi.org/10.56799/jim.v5i3.14171
Section
Articles

References

Nawawi al-Bantani, Muhammad. Marāḥ Labīd fī Tafsīr al-Qur’ān al-Majīd. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2007. (Sumber primer utama yang membahas keistimewaan Al-Fatihah sebagai Ummul Qur’an dan ruqyah syar‘iyyah).

Nawawi al-Bantani, Muhammad. Tafsīr al-Munīr li Ma‘ālim al-Tanzīl. Semarang: Toha Putra, 1990. (Tafsir ringkas yang menekankan dialog hamba-Rabb dan al-ism al-a‘ẓam dalam Al-Fatihah).

Cahyo, Erlan Dwi, Hamdan Maghribi, dan Andri Nirwana. "Tafsir Nusantara: Karakteristik Pemikiran Syekh Nawawi al-Bantanī dalam Tafsir Marāḥ Labīd." Bulletin of Indonesian Islamic Studies 1, no. 2 (2022): 87–100. https://doi.org/10.55616/biis.v1i2.435. (Kajian holistik tentang penafsiran Al-Fatihah yang mencakup tauhid, tasawuf, dan syariah).

Maftuh, Rofik. "Studi Komparasi Penafsiran Shaykh Nawawi Al-Bantani dalam Tafsir Marah Labid dan Shaykh Al-Shinqiti dalam Tafsir Ad Wa al-Bayan." Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf 8, no. 1 (2022): 28–50. (Perbandingan tafsir Al-Fatihah dengan ulama lain, menyoroti keistimewaan kontekstual).

Muqoddas, Ali. "Syeikh Nawawi Al-Bantani Al-Jawi: Ilmuan Spesialis Ahli Syarah Kitab Kuning." Jurnal Tarbawi 11, no. 1 (2014): 1–20. https://ejournal.unisnu.ac.id/index.php/JPIT/article/view/186. (Biografi dan analisis karya tafsir Nawawi, termasuk keutamaan Al-Fatihah).

Abbas, Ibn. "Tazkiyah Times in The Kitab of Al-Munir Li Ma’alimi al-Tanzil by Imam Nawawi al-Jawi al-Bantani." Ibn Abbas: Jurnal Ilmu al-Qur’an dan Tafsir 2, no. 1 (2022): 45–62. (Diskusi tentang aspek tazkiyah dalam tafsir Al-Fatihah).

Zuhairini, dkk. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 2004. (Bab tentang warisan intelektual Nawawi al-Bantani, termasuk metodologi tafsir Al-Fatihah, hlm. 158–159).

Snouck Hurgronje, Christiaan. Mekka in the Latter Part of the 19th Century. Leiden: Brill, 1931. (Laporan etnografi tentang ulama Mekkah, termasuk Nawawi al-Bantani, hlm. 168–273).

As-Sa’di, ‘Abdurrahman bin Nashir. Taisir al-Karim ar-Rahman. Riyadh: Mu’assasah ar-Risalah, 1433 H/2012 M. (Referensi komparatif untuk keutamaan Al-Fatihah sebagai sab‘ul mathani).

Ibnu Katsir. Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim. Beirut: Dar al-Fikr, t.t. (Juz I, hlm. 14; sumber klasik yang dikutip Nawawi dalam penjelasan qira’at Al-Fatihah).

Abu Su’ud, Imam. Irsyad al-‘Aql as-Salim ilā Mazāyā al-Kitāb al-Karīm. Istanbul: t.t. (Sumber yang dirujuk Nawawi untuk asal turunnya Al-Fatihah sebagai surah makkiyah).

Ramadhan, A.M. Rahasia Dahsyat Al-Fatihah, Ayat Kursi & Al-Waqiah. Jakarta: Gema Insani, 2015. (Kajian populer tentang keistimewaan Al-Fatihah, merujuk tafsir Nawawi).