Dampak Lingkungan Fisik Dan Budaya Terhadap Penempatan Situs-Situs Megalitik di Sekitar Ranca Gabus

Main Article Content

Thomas Nehemia Augie Geofernando
I Wayan Srijaya
Rochtri Agung Bawono

Abstract

Situs-situs megalitik di sekitar Ranca Gabus, Desa Cimareme, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut merupakan bukti bahwa wilayah ini pernah dihuni oleh manusia masa lalu. Wilayah ini diasumsikan memiliki kondisi lingkungan yang ideal, baik itu lingkungan fisik maupun budaya, sehingga wilayah tersebut dipilih sebagai lokasi penempatan situs-situs megalitik. Penelitian ini menyelidiki dampak lingkungan fisik dan budaya terhadap penempatan situs-situs megalitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak lingkungan fisik dan budaya pada situs-situs megalitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter lingkungan fisik yang banyak dipilih untuk dijadikan lokasi penempatan situs-situs megalitik di sekitar Ranca Gabus adalah variabel lingkungan pada rentang ketinggian 500-1000 mdpl, sebaran jenis tanah aluvial, jenis formasi batuan aluvial, berada pada jarak 100-500 m dari sumber air, dan rentang kemiringan lereng antara 5-15%. Karakter lingkungan budaya yang berpengaruh adalah manusia sudah hidup menetap dan memahami konsep kerja sama dalam membangun bangunan megalitik yang berupa punden berundak dan tradisi atau ritual memberikan persembahan untuk roh nenek moyang yang pernah dilakukan masyarakat Desa Cimareme di Situs Pasir Lulumpang.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Thomas Nehemia Augie Geofernando, I Wayan Srijaya, & Rochtri Agung Bawono. (2023). Dampak Lingkungan Fisik Dan Budaya Terhadap Penempatan Situs-Situs Megalitik di Sekitar Ranca Gabus. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(2), 587–596. https://doi.org/10.56799/jim.v2i2.1151
Section
Articles