Sejarah Dan Jejak Peninggalan Kesultanan Deli

Main Article Content

Ramlan Anri Sianturi
Maulana Ramadhan Silalahi
Intan Rezkinah
Pristi Suhendro Lukitoyo

Abstract

Kesultanan Deli berdiri sebagai salah satu kerajaan Islam terkuat di Sumatera, Indonesia, pada abad ke-17 sebagai negara yang diperintah oleh Gocah Pahlawan. Kesultanan ini menjadi pusat penyebaran Islam dan budaya Melayu, di tengah dinamika perubahan politik berupa pengaruh dari Aceh, Siak, dan penjajahan Belanda. Penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan dan studi pustaka tentang peninggalan sejarah, strategi politik, dan akulturasi budaya yang muncul dari peninggalan Kesultanan Deli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesultanan ini menempuh pendekatan pragmatis dalam menjaga otonomi melalui, antara lain, kerja sama dengan investor Eropa dalam pengembangan perkebunan tembakau dan karet. Komoditas ini menjadi tulang punggung perekonomian dan juga membangun jaring patrimonial antara sultan, elit lokal, dan Belanda, yang memperkuat posisi politik Deli. Desain bergaya Eropa, Masjid Al-Mashun mencerminkan keseimbangan budaya dalam struktur kubahnya yang dirancang dalam tradisi Muslim dan bergaya Spanyol di pintu-pintunya. Sementara itu, Masjid Al-Osmani di Labuhan berdiri sebagai tanda toleransi melalui penggabungan ornamen Cina dan arsitektur India. Dalam istilah sosial, Serampang Dua Belas (tari) dan kegiatan keagamaan lainnya di masjid menandakan upaya untuk melestarikan identitas seseorang. Meskipun sekarang dianggap sebagai lembaga adat, perlu disebutkan bahwa Kesultanan Deli masih meninggalkan jejak pada tatanan politik dan budaya kontemporer di Sumatera, yang menunjukkan bagaimana nilai-nilai tradisional dapat disesuaikan dengan modernitas. Penelitian ini dimaksudkan untuk menunjukkan betapa pentingnya melestarikan warisan sejarah sebagai refleksi dinamika permanen di bidang sosial, politik, dan budaya.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Ramlan Anri Sianturi, Maulana Ramadhan Silalahi, Intan Rezkinah, & Pristi Suhendro Lukitoyo. (2025). Sejarah Dan Jejak Peninggalan Kesultanan Deli. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(5), 32–43. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i5.9315
Section
Articles

References

Alvira Asri Br Purba1, Irma Sulistia Silaen2, M. R. R., & Dahlan4, Z. (2025). Transformasi Peran Masjid Raya Al-Osmani Dalam Pendidikan Agama: Dari Tradisi Hingga Era Digital (1854-2024). Journal Research and Education Studies, 5(1), 153–165.

Ananda, R. (2019). Strategi Politik Kesultanan Deli dalam MenghadapiKolonialisme Belanda. Jurnal Sejarah Dan Budaya, 13(2), 10–25.

Azra, A. (2004). Islam Nusantara: Jaringan Global dan Lokal. Mizan.

Fauzi, A. (2021). arisan Kesultanan Deli dalam Politik Lokal Sumatera Utara. Jurnal Politik Lokal Dan Nasional, 5(3), 25–40.

Febrianto, A., & Siroj, R. A. (2024). Studi Literatur : Landasan Dalam Memilih Metode Penelitian Yang Tepat. 01(02), 259–263.

Ikhsan, E. (2015). Konflik Tanah Ulayat dan Pluralisme Hukum. Obor Indonesia.

Mahadi. (1978). Sedikit Sejar ah Perkembangan Hak-Hak Suku Melayu Atas Tanah Di Sumatera Timur (Tahun 1800-1975). Alumni.

Nasution, A. G. J., Syahfitri, A., Muatika, N., Lubis, P. R., & Ritonga, W. R. (2023). Tari Serampang Dua Belas: At-Tadris: Journal of Islamic Education, 2(2), 164–179. https://doi.org/10.56672/attadris.v2i2.79

Nursukma Suri, Khairawati, & Nursabsyah. (2019). Akulturasi Budaya pada Bangunan Masjid Raya Al-Ma’shun di Kota Medan (Kajian Semiotik Deskriptif). Talenta Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts (LWSA), 2(2), 50–57. https://doi.org/10.32734/lwsa.v2i2.720

Rizka, C., Usrah, A., Alhada, M., & Habib, F. (2023). ISTANA MAIMOON : MENELUSURI TRANSFORMASI SOCIO-CULTURAL MELALUI SEJARAH MEGAH KESULTANAN DELI DI MEDAN Cut Rizka Al Usrah 1) , Muhammad Alhada Fuadilah Habib 2) 2. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM), 4(1).

Ropi, I. (2012). Kesultanan sebagai Lembaga Politik Islam di Indonesia. Jurnal Lektur Keagamaan, 10(1), 25–40.

Simamora, J. F., Siregar, A. S., & Prastiewy, M. D. (2024). “ DIBAWAH BAYANG – BAYANG KOLONIAL : KEHIDUPAN KULI KONTRAK PERKEBUNAN DELI .” Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin, 8(5), 540–548.

Siti Romdona; Silvia Senja Junista; Ahmad Gunawan. (2024). Teknik Pengumpulan Data. Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi Dan Politik, 3(1), 39–47.

Sumarno, E. (2016). PELESTARIAN DAN PERLINDUNGAN TEMBAKAU DELI Sebuah Prespektif Historis. Jurnal Pertanian Tropik, 3(3), 187–205.

Takari, M., Zaidan, A., & Dja’far, F. M. (2012). Sejarah Kesultanan Melayu Deli dan Peradaban Masyarakatnya (The History of Malay Deli Sultanate and Its Society’s Civilization) (Issue June 2012). USUPress.

Tarigan, tetty marlina. (2017). ruang kebijakan atau regulasi formal yang terbangun secara historis di tanah Deli oleh Kesultanan Deli ,. 6(1), 1–22