Perilaku Pelecehan Seksual pada Mahasiswi melalui Aplikasi Whatsapp sebagai Manifestasi Kekerasan di Media Sosial
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini mengkaji perilaku pelecehan seksual yang dialami mahasiswi melalui aplikasi WhatsApp sebagai bentuk kekerasan berbasis gender di ruang digital. Perkembangan teknologi komunikasi memperluas ruang interaksi sekaligus membuka peluang terjadinya kekerasan secara daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelecehan seksual terjadi dalam berbagai bentuk, seperti pesan bernuansa seksual, pendekatan yang tidak diinginkan, serta tekanan psikologis yang berulang. Interaksi tersebut seringkali diawali dari komunikasi yang dianggap wajar, namun kemudian berkembang menjadi tindakan yang merugikan. Korban memaknai pengalaman tersebut sebagai bentuk pelanggaran yang berdampak pada kondisi psikologis, rasa aman, serta pola penggunaan media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelecehan seksual melalui WhatsApp merupakan hasil dari proses interaksi simbolik yang berkembang, sehingga diperlukan upaya pencegahan yang lebih kuat.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Becker, H. S. (1998). Tricks of the trade: How to think about your research while you're doing it. University of Chicago Press.
Blumer,1 H. (1969). Symbolic interactionism: Perspective and method. Prentice-Hall.
Braun, V., & Clarke, V. (2016). Thematic analysis. Journal of Positive Psychology, 12(3), 297–298.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage Publications.
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2018). The SAGE handbook of qualitative research. Sage Publications.
Handayani, T., & Lestari, P. (2020). Miskomunikasi dalam komunikasi digital: Studi tentang interpretasi simbol di media sosial. Jurnal Komunikasi Indonesia, 9(2), 45–56.
Herdiansyah, H. (2015). Metodologi penelitian kualitatif untuk ilmu psikologi. Salemba Humanika.
Komnas Perempuan. (2023). Laporan tahunan kekerasan berbasis gender daring di Indonesia. Komnas Perempuan.
Kriyantono, R. (2020). Teknik praktis riset komunikasi. Kencana Prenada Media.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. Sage Publications.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Nasrullah, R. (2018). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.
Powell, A., Henry, N., & Flynn, A. (2018). Digital harassment and abuse: A sociological perspective. Journal of Sociology, 54(4), 512–528.
Raco, J. R. (2013). Metode penelitian kualitatif: Jenis, karakteristik dan keunggulannya. Grasindo.
Saleh, S. (2017). Analisis data kualitatif. Bandung: Pustaka Ramadhan.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&. Alfabeta.
Winarsunu, T. (2008). Psikologi Keselamatan Kerja. Malang: UMM Press.