Perancangan Ulang Identitas Visual Batik Peneleh dalam Membangun Brand Awareness
Main Article Content
Abstract
Perkembangan industri kreatif di Indonesia mendorong pelaku usaha untuk membangun identitas merek yang kuat dan adaptif agar mampu bersaing di tengah pasar yang semakin kompetitif. Batik Peneleh sebagai salah satu usaha batik tulis di Surabaya masih menghadapi berbagai kendala dalam penguatan identitas merek, seperti desain logo yang terlalu kompleks, kemasan yang kurang optimal, serta rendahnya tingkat pengenalan merek di masyarakat. Hasil observasi dan kuesioner menunjukkan bahwa tingkat brand awareness terhadap Batik Peneleh masih relatif rendah, sehingga identitas visual dan strategi branding yang diterapkan dinilai belum berjalan secara maksimal. Perancangan ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui metode Design Thinking yang meliputi tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan testing. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan studi literatur terhadap merek sejenis. Hasil analisis menunjukkan perlunya penyederhanaan elemen visual serta peningkatan konsistensi identitas merek agar lebih mampu merepresentasikan karakter Batik Peneleh yang berbasis budaya lokal dan memiliki nilai edukatif. Hasil perancangan berupa identitas visual baru yang mencakup logo, warna, tipografi, serta berbagai media pendukung branding yang dirancang lebih sederhana, modern, dan fleksibel untuk berbagai media promosi. Pembaruan identitas visual ini diharapkan dapat meningkatkan brand awareness, memperkuat citra Batik Peneleh sebagai batik khas Surabaya, serta memperluas jangkauan pasarnya.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Athifah, Y. N., & Putri, C. S. A. (2024). Pendekatan ergonomis dalam perancangan desain kemasan packaging jamu tradisional yang ramah pengguna. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(3), 6390–6395. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i3.10224
BPKAD, S. (2024). Luncurkan 6 motif batik Surabaya edisi kedua di Kota Lama, Pemkot promosikan potensi ekonomi kreatif. Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur. Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur
Fitriyandani, Y. M., & Kusumohendrarto, R. H. K. (2023). Perancangan identitas visual UMKM Batik Ciprat Giyanta Banjarnegara. CITRAKARA, 5(3), 362–370. https://doi.org/10.33633/ctr.v5i3.10222
Nurendah, Y., & Mekaniwati, A. (2020). Inovasi kemasan dan pemasaran berbasis teknologi kunci pengembangan produk UMKM Kota Bogor. Jurnal Abdimas Dedikasi Kesatuan, 1(1), 21–28. https://doi.org/10.37641/jadkes.v1i1.1647
Oktafiana, M., Yani, A. R., & Arifianto, P. F. (2025). Jurnal Pendidikan Kolaboratif Nusantara. Jurnal Pendidikan Kolaboratif Nusantara, 6(1), 1–15.
Setyawan, O., & Irawan, A. (2025). Batik Jawa Timur: Perpaduan tradisi dan ungkapan ikonik. Brikolase: Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa, 17(1), 30–46. https://doi.org/10.33153/brikolase.v17i1.7122
Sinaga, A. S., & Sawitri, D. K. (2024). Meningkatkan citra merek melalui desain dan identitas visual. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(14), 279–287.
Trixie, A. A. (2020). Filosofi motif batik sebagai identitas bangsa Indonesia. Folio, 308–309. https://doi.org/10.2307/j.ctv6gqvd9.23
Wibowo, H. O., & Rahayu, S. (2021). Pengaruh kualitas pelayanan, harga, dan promosi terhadap keputusan pembelian pesan antarmakanan GoFood di Kota Solo. Jurnal Manajemen, Bisnis dan Pendidikan, 8(1), 70–78.
Yassierli, Syakir, A. Y., Arviningtyas, E., Pratama, G. B., Muslim, K., & Safrudin, Y. N. (2023). Design thinking perangkat inovasi ergonomis. PT Remaja Rosdakarya.