Efektifitas Terapi Nebulizer dan Latihan Batuk Efektif terhadap Peningkatan Kemampuan Batuk dan Frekuensi Nafas pada Pasien dengan Masalah Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif di Unit IGD RSUD X Jakarta
Main Article Content
Abstract
Pasien dengan Chronic Obstructive Pulmonary Disease atau Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) sering mengalami bersihan jalan napas tidak efektif akibat peningkatan produksi sekret, inflamasi saluran napas, serta menurunnya kemampuan batuk, yang pada kondisi akut dapat memperburuk status respirasi, terutama di unit gawat darurat. Intervensi yang mampu mengoptimalkan patensi jalan napas menjadi bagian penting dalam asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi terapi nebulizer dan latihan batuk efektif dalam meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien PPOK di instalasi gawat darurat. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien laki-laki dengan diagnosis PPOK dan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif di salah satu rumah sakit umum daerah di Jakarta. Intervensi diberikan secara bertahap melalui terapi nebulizer yang diikuti latihan batuk efektif, dengan evaluasi klinis dilakukan sebelum dan sesudah tindakan selama periode observasi. Parameter evaluasi meliputi frekuensi napas, denyut nadi, saturasi oksigen, kemampuan batuk, karakteristik sputum, dan suara napas. Hasil menunjukkan adanya perbaikan status respirasi pada kedua pasien, yang ditandai dengan penurunan frekuensi napas dan denyut nadi, peningkatan saturasi oksigen, meningkatnya efektivitas batuk, kemudahan pengeluaran sputum, serta berkurangnya suara napas tambahan. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi terapi nebulizer dan latihan batuk efektif berpotensi menjadi intervensi keperawatan yang efektif dalam meningkatkan bersihan jalan napas dan stabilitas respirasi pasien PPOK pada setting kegawatdaruratan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Agustí, A., Celli, B. R., Criner, G. J., et al. (2023). Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease 2023 report: GOLD executive summary. European Respiratory Journal, 61(4), 2300239. https://doi.org/10.1183/13993003.00239-2023
Cushen, B., Greening, N., et al. (2023). Clinical effectiveness of nebulized bronchodilator therapy in acute exacerbation of chronic obstructive pulmonary disease. International Journal of Chronic Obstructive Pulmonary Disease, 18, 1123–1135.
Dekhuijzen, P. N. R., Vincken, W., et al. (2021). Nebulized bronchodilator therapy in patients with chronic obstructive pulmonary disease: Clinical effectiveness and practical considerations. Respiratory Medicine, 185, 106492.
Dettasari, A. V., & Istiqomah. (2020). Upaya penerapan batuk efektif dalam pengeluaran sputum pada pasien penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Jurnal Kesehatan, 8(1), 10–15.
Dwiyanti, P. W., & Hisni, D. (2024). Analisis asuhan keperawatan melalui intervensi kolaborasi pemberian nebulizer dan batuk efektif pada pasien dengan diagnosis medis pneumonia. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(4), 1654–1665. https://doi.org/10.33024/jkpm.v7i4.13837
Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease. (2024). Global strategy for the diagnosis, management, and prevention of chronic obstructive pulmonary disease (2024 report). GOLD. https://goldcopd.org
Hanifah, R., & Hisni, D. (2023). Analisis asuhan keperawatan dengan intervensi fisioterapi dada dan batuk efektif terhadap pengeluaran sputum pada pasien penyakit paru obstruktif kronik. Jurnal Keperawatan Klinis Indonesia, 8(2), 115–123.
Imamah, N., & Utami, D. R. R. B. (2022). Perbedaan pengaruh kombinasi terapi nebuliser dengan batuk efektif dan pursed lip breathing terhadap sesak nafas pasien penyakit paru obstruktif kronik. Profesi (Profesional Islam), 20(1), 38–45. https://doi.org/10.26576/profesi.v20i1.98
Nurmayanti, N., Rahmawati, E., & Kurniasih, S. (2019). Pengaruh kombinasi nebulizer, fisioterapi dada, dan batuk efektif terhadap saturasi oksigen pada pasien penyakit paru obstruktif kronik. Jurnal Keperawatan Respirasi, 6(2), 87–95.
Osadnik, C. R., McDonald, C. F., Jones, A. P., et al. (2022). Airway clearance techniques for chronic obstructive pulmonary disease. Cochrane Database of Systematic Reviews. https://doi.org/10.1002/14651858.CD008328.pub3
Putri, H., & Soemarno, S. (2018). Perbedaan postural drainage dan latihan batuk efektif pada intervensi nebulizer terhadap penurunan frekuensi batuk pada asma bronchiale anak usia 3–5 tahun. Jurnal Wacana Kesehatan, 3(2), 112–119.
Varmaghani, M., Dehghani, M., et al. (2019). Global prevalence of chronic obstructive pulmonary disease and attributable risk factors. The Lancet Global Health, 7(8), e1020–e1030.