Analisis Perilaku Quiet Quitting sebagai Respons terhadap Burnout dan Kepemimpinan di Tempat Kerja Studi Kasus Perilaku Quiet Quitting di Tempat Kerja

Main Article Content

Christina Ayu Maha Dewi
Madek Jeani Purnama
Dhea Fitrisia
Ni Made Intan Kusumasari

Abstract

Fenomena quiet quitting atau pengunduran diri secara diam-diam menjadi isu yang semakin banyak terjadi di lingkungan kerja modern. Fenomena ini muncul ketika karyawan tetap berada di tempat kerja, namun mengurangi keterlibatan dan komitmen terhadap tugasnya. Kondisi tersebut sering kali dipicu oleh tingkat burnout yang tinggi akibat beban kerja berlebihan, tekanan psikologis, dan kurangnya dukungan dari pimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara burnout dan quiet quitting serta menelaah peran kepemimpinan transformasional dalam meminimalisasi dampak negatif dari kelelahan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui penelusuran dan analisis berbagai sumber ilmiah nasional maupun internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burnout memiliki pengaruh signifikan terhadap munculnya perilaku quiet quitting, di mana individu yang mengalami kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian pribadi cenderung menurunkan kinerja serta keterlibatan dalam organisasi. Namun, gaya kepemimpinan transformasional dapat menjadi faktor protektif yang efektif karena mampu memberikan motivasi, perhatian individual, dan inspirasi kepada karyawan. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan psikologis dan penerapan gaya kepemimpinan yang empatik merupakan langkah penting untuk mencegah quiet quitting dan meningkatkan keberlanjutan kinerja organisasi.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Christina Ayu Maha Dewi, Madek Jeani Purnama, Dhea Fitrisia, & Ni Made Intan Kusumasari. (2025). Analisis Perilaku Quiet Quitting sebagai Respons terhadap Burnout dan Kepemimpinan di Tempat Kerja: Studi Kasus Perilaku Quiet Quitting di Tempat Kerja. EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 5(1), 742–750. https://doi.org/10.56799/ekoma.v5i1.12853
Section
Articles

References

Ajami, W. A., & Jayanegara, O. (2024). Hubungan gaya kepemimpinan transformasional terhadap

burnout syndrome pada perawat Rumah Sakit Permata Keluarga Jababeka. Jurnal

Kesehatan dan Teknologi Medis, 8(10).

Amin, A. R., Noviekayati, I. G. A. A., & Rina, A. P. (2024, Juni). Peran persepsi kepemimpinan

transformasional dengan burnout pada karyawan PT X. Jiwa: Jurnal Ilmiah Wawasan

Psikologi, 2(2). https://doi.org/10.30996/jiwa.v2i2.11505

Attamimi, I., & Palupi, M. (2024). Quiet Quitting Due to Work Stress, Mediated by Job Satisfaction

and Affective Commitment. Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics

(IIJSE), 8(1), 1301–1321. https://doi.org/10.31538/iijse.v8i1.5727

Bakker, A. B., & Demerouti, E. (2007). The Job Demands–Resources model: State of the art.

Journal of Managerial Psychology.

Bass, B. M. (1990). From transactional to transformational leadership: Learning to share the

vision. Organizational Dynamics.

Chairina, R. R. L. (2019). Pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap social competence,

self-efficacy, burnout dan kinerja perawat rumah sakit swasta di Kabupaten Jember

[Skripsi, Universitas Jember]. Universitas Jember Repository.

Hera, R., Rasyidin, R., & Hasmin, H. (2016). Pengaruh konflik peran ganda, beban kerja, dan

kelelahan kerja (burnout) dengan kinerja perawat wanita di RSUD I Lagaligo Kabupaten

Luwu Timur. Mirai Management, 1(1), 119–135.

Husaeni, A. F., & Wiratno, A. (2021). Pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi terhadap

burnout pada PT. Indaco Warna Dunia (Regional Sales Purwokerto). Media Ekonomi,

20(2), 8–17. https://doi.org/10.30595/medek.v20i2.11214

Manullang, Y. C., Ramadhan, Y. A., Purwaningrum, E. K., Azizah, P. N., Fitriana, H., & Pinanda,

D. A. R. (2025). Penyusunan skala quiet quitting pada karyawan Gen Z di Indonesia.

MARAS:

Jurnal

Penelitian

Multidisiplin,

3(3),

984–996.

https://doi.org/10.60126/maras.v3i3.1142

Narendra, Z. A., & A’yuninnisa, R. N. (2025). Emotional well-being matters most: How job

flourishing reduces quiet quitting among Generation Z in Indonesia. Jurnal Ilmu Perilaku,

9(1), 1–19. https://doi.org/10.25077/jip.9.1.1-19.2025

Nurul Sukma Lestari, Zainal, V. R., Chan, S., & Nawangsari, L. C. (2024). Impact of career

development, job insecurity, and tech awareness on the quiet quitting of hospitality

employees in Indonesia. Problems and Perspectives in Management, 22(3), 427–439.

https://doi.org/10.21511/ppm.22(3).2024.33

Prabandhini, E. N., & Widyatmoko, W. F. (2025). Pengaruh job burnout terhadap quiet quitting

dengan turnover intention sebagai variabel intervening pada industri perhotelan Gen Z di

Yogyakarta. Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi, 6(5), 3573–3580.

https://doi.org/10.38035/jemsi.v6i5.5370

Putri, Z. Q. F., & Marwansyah, M. (2025). Pengaruh beban kerja dan budaya organisasi terhadap

quiet quitting pada karyawan generasi Z di industri fashion Kota Bandung. Jurnal Disrupsi

Bisnis, 8(3), 302–311. https://doi.org/10.32493/drb.v8i3.48984

Robbins, S. (2006). Perilaku organisasi (Edisi kesepuluh). Prentice Hall.

Wulandari, A., & Santoso, R. (2023). Fenomena quiet quitting di kalangan generasi muda: Antara

burnout dan kepemimpinan adaptif. Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis, 9(1).