Analisis Perilaku Quiet Quitting sebagai Respons terhadap Burnout dan Kepemimpinan di Tempat Kerja Studi Kasus Perilaku Quiet Quitting di Tempat Kerja
Main Article Content
Abstract
Fenomena quiet quitting atau pengunduran diri secara diam-diam menjadi isu yang semakin banyak terjadi di lingkungan kerja modern. Fenomena ini muncul ketika karyawan tetap berada di tempat kerja, namun mengurangi keterlibatan dan komitmen terhadap tugasnya. Kondisi tersebut sering kali dipicu oleh tingkat burnout yang tinggi akibat beban kerja berlebihan, tekanan psikologis, dan kurangnya dukungan dari pimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara burnout dan quiet quitting serta menelaah peran kepemimpinan transformasional dalam meminimalisasi dampak negatif dari kelelahan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui penelusuran dan analisis berbagai sumber ilmiah nasional maupun internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burnout memiliki pengaruh signifikan terhadap munculnya perilaku quiet quitting, di mana individu yang mengalami kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian pribadi cenderung menurunkan kinerja serta keterlibatan dalam organisasi. Namun, gaya kepemimpinan transformasional dapat menjadi faktor protektif yang efektif karena mampu memberikan motivasi, perhatian individual, dan inspirasi kepada karyawan. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan psikologis dan penerapan gaya kepemimpinan yang empatik merupakan langkah penting untuk mencegah quiet quitting dan meningkatkan keberlanjutan kinerja organisasi.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ajami, W. A., & Jayanegara, O. (2024). Hubungan gaya kepemimpinan transformasional terhadap
burnout syndrome pada perawat Rumah Sakit Permata Keluarga Jababeka. Jurnal
Kesehatan dan Teknologi Medis, 8(10).
Amin, A. R., Noviekayati, I. G. A. A., & Rina, A. P. (2024, Juni). Peran persepsi kepemimpinan
transformasional dengan burnout pada karyawan PT X. Jiwa: Jurnal Ilmiah Wawasan
Psikologi, 2(2). https://doi.org/10.30996/jiwa.v2i2.11505
Attamimi, I., & Palupi, M. (2024). Quiet Quitting Due to Work Stress, Mediated by Job Satisfaction
and Affective Commitment. Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics
(IIJSE), 8(1), 1301–1321. https://doi.org/10.31538/iijse.v8i1.5727
Bakker, A. B., & Demerouti, E. (2007). The Job Demands–Resources model: State of the art.
Journal of Managerial Psychology.
Bass, B. M. (1990). From transactional to transformational leadership: Learning to share the
vision. Organizational Dynamics.
Chairina, R. R. L. (2019). Pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap social competence,
self-efficacy, burnout dan kinerja perawat rumah sakit swasta di Kabupaten Jember
[Skripsi, Universitas Jember]. Universitas Jember Repository.
Hera, R., Rasyidin, R., & Hasmin, H. (2016). Pengaruh konflik peran ganda, beban kerja, dan
kelelahan kerja (burnout) dengan kinerja perawat wanita di RSUD I Lagaligo Kabupaten
Luwu Timur. Mirai Management, 1(1), 119–135.
Husaeni, A. F., & Wiratno, A. (2021). Pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi terhadap
burnout pada PT. Indaco Warna Dunia (Regional Sales Purwokerto). Media Ekonomi,
20(2), 8–17. https://doi.org/10.30595/medek.v20i2.11214
Manullang, Y. C., Ramadhan, Y. A., Purwaningrum, E. K., Azizah, P. N., Fitriana, H., & Pinanda,
D. A. R. (2025). Penyusunan skala quiet quitting pada karyawan Gen Z di Indonesia.
MARAS:
Jurnal
Penelitian
Multidisiplin,
3(3),
984–996.
https://doi.org/10.60126/maras.v3i3.1142
Narendra, Z. A., & A’yuninnisa, R. N. (2025). Emotional well-being matters most: How job
flourishing reduces quiet quitting among Generation Z in Indonesia. Jurnal Ilmu Perilaku,
9(1), 1–19. https://doi.org/10.25077/jip.9.1.1-19.2025
Nurul Sukma Lestari, Zainal, V. R., Chan, S., & Nawangsari, L. C. (2024). Impact of career
development, job insecurity, and tech awareness on the quiet quitting of hospitality
employees in Indonesia. Problems and Perspectives in Management, 22(3), 427–439.
https://doi.org/10.21511/ppm.22(3).2024.33
Prabandhini, E. N., & Widyatmoko, W. F. (2025). Pengaruh job burnout terhadap quiet quitting
dengan turnover intention sebagai variabel intervening pada industri perhotelan Gen Z di
Yogyakarta. Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi, 6(5), 3573–3580.
https://doi.org/10.38035/jemsi.v6i5.5370
Putri, Z. Q. F., & Marwansyah, M. (2025). Pengaruh beban kerja dan budaya organisasi terhadap
quiet quitting pada karyawan generasi Z di industri fashion Kota Bandung. Jurnal Disrupsi
Bisnis, 8(3), 302–311. https://doi.org/10.32493/drb.v8i3.48984
Robbins, S. (2006). Perilaku organisasi (Edisi kesepuluh). Prentice Hall.
Wulandari, A., & Santoso, R. (2023). Fenomena quiet quitting di kalangan generasi muda: Antara
burnout dan kepemimpinan adaptif. Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis, 9(1).