Analisis Pengembangan Bisnis Coffe Shop Sebagai Ruang Sosial Dan Pertemuan Masyarakat Majemuk
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan bisnis coffee shop melalui pemahaman perannya sebagai third place atau ruang sosial yang memfasilitasi interaksi masyarakat majemuk. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada Kafe Kayu Balikpapan, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pemilik, karyawan, dan pengunjung, serta analisis dokumentasi. Teori third place Ray Oldenburg digunakan sebagai landasan konseptual untuk menelaah fungsi coffee shop sebagai ruang netral yang mendukung kehidupan komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan bisnis coffee shop tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk dan strategi pemasaran, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan lingkungan yang inklusif, nyaman, dan partisipatif. Elemen seperti desain interior yang fleksibel, fasilitas penunjang (Wi-Fi, stop kontak), serta kegiatan komunitas (workshop, live music, pameran seni) berperan penting dalam memperkuat fungsi sosial coffee shop. Pengunjung merasa lebih terfasilitasi untuk melakukan berbagai aktivitas sosial maupun produktif, sehingga terbentuk rasa kepemilikan dan keterikatan terhadap tempat. Kesimpulannya, coffee shop yang berkelanjutan adalah yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai sosial dengan aspek komersial, menjadikannya bukan sekadar tempat konsumsi, tetapi juga ruang interaksi dan kolaborasi yang vital bagi dinamika sosial masyarakat urban.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Adiningrum, L., Yunanda, F., Angelita, T., Mulyaningsih, S., & Puspa, T. (2022). Analisis Strategi Bisnis Kedai Kopi Coffee Latar. Jurnal Ekonomi Trisakti, 2(2), 391–404.
Kotler, P., Keller, K. L., Brady, M., Goodman, M., & Hansen, T. (2016). Marketing Management 3rd edn PDF eBook (Vol.3rd (P). Pearson Higher Ed.
Lestariani, M. A., & Narendra, N. (2022). Pengaruh harga Dan fasilitas terhadap kualitas pelayanan Coffe Shop Di Balikpapan. Jurnal Minfo Polgan, 11(September), 144–149. https://jurnal.polgan.ac.id/index.php/jmp/article/view/12486%0Ahttps://jurnal.polgan.ac.id/index.php/jmp/article/download/12486/1666
Nafisatur, M. (2024). Metode pengumpulan data penelitian. Metode Pengumpulan Data Penelitian, 3(5), 5423–5443.
Novianti, S., Wijaya, F., Herlinawati, E., & Sumawidjaja, R. N. (2024). Strategi Pengembangan Usaha Kedai Kopi Melalui Pendekatan Swot Dan Qspm (Studi Kasus Pada Kedai Kopi Ngoffe Bandung). JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, Dan Akuntansi), 10(3), 1833–1843.
Pokhrel, S. (2024). No TitleΕΛΕΝΗ. Αγαη, 15 (1), 37–48.
Prihandoyo, C. (2019). Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan JNE Cabang Balikpapan. Jurnal GeoEkonomi, 10(1), 116–129.
Saddam, S., Mubin, I., Sw, D. E. M., Sulystyaningsih, N. D., Rahmandari, I. A., & Risdiana, R. (2020). Perbandingan Sistem Sosial Budaya Indonesia Dari Masyarakat Majemuk Ke Masyarakat Multikultural. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 5(2), 136–145.
Setiawan, A. (2017). Produksi Ruang Sosial sebagai Konsep Pengembangan Ruang Perkotaan Kajian atas Teori Ruang Henry Lefebvre. Haluan Sastra Budaya, 33(11), 10–20961.
Siregar, N. S. S. (2012). Kajian tentang interaksionisme simbolik. Perspektif, 1(2), 100–110.
Sofyan, N. N., Winata, N. K., Adisty, A. Z., Diva, S., Azzahra, Q. M., & Swarnawati, A. (n.d.). Budaya Nongkrong dan Identitas Sosial di Coffee Shop.
Widodo, W. I., & Anggraini, F. D. (2024). PARTISIPASI COFFEE SHOP SEBAGAI RUANG KREATIF DALAM MENDORONG PARIWISATA BUDAYA DI YOGYAKARTA. Mabha Jurnal, 5(2), 96–108.